Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home

Cerita Malam Minggu

Ini cerita jaman dulu ketika tinggal di asrama Wisma Teuku Umar (a.k.a. Asrama Cicendo). Suatu malam minggu, seorang senior memberiku wejangan yang kudengarkan dengan seksama. “Dek, kau ini harus cepat cari cewek. Jangan tiap malam minggu duduk aja di asrama”, kata beliau.

Read more →

# 4:05 pm

Sang Penjaja

“Pak, semir Pak?” katanya menawarkan jasa semir sepatu waktu saya sedang ngobrol menunggu pesawat di Bandara Sukarno-Hatta.

“Kamu temannya Mamad, ya?” tanya saya. Dia gelagapan mendengar pertanyaan saya, karena mungkin tidak mengharapkan pertanyaan itu. Dia tetap bengong, maka saya tanya lagi, “Kamu kenal sama Mamad, nggak?”

Dia jawab, “Nggak, Pak”.

“Naah”, sambung saya, “Mamad itu anak sebesar kamu yang baru saja menyemir sepatu saya.” Dia tersenyum kecut karena kehilangan calon pelanggan, kemudian terus pergi.

Read more →

# 7:34 pm

Appointment

Saya baru dapat pelajaran baru dari negeri kumpeni.

“Appointment” adalah kata yang saya asosiasikan dengan dunia kantoran, untuk menyebut janjian rapat. Atau kalaupun diperluas, yaaah, janjian dengan dokter.

Waktu awal datang ke negeri ini, saya terkejut karena “appointment” juga dipakai untuk gunting rambut. Sungguh, ketika itu saya rindu sekali dengan tukang gunting rambut di simpang dago langganan saya.  Datang tinggal duduk, sambil menikmati asap sate kambing dari kedai sebelah.

Kedai gunting melayu di Ginza Plaza, bilangan Clementi, Singapura pun ndak perlu pakai “afspraak”. Tinggal datang, terus ambil nomor antrian kalau lagi jam sibuk. Sambil menunggu bisa jalan-jalan dulu, atau menunggu di Sakura Cuisine. (Nasi Nanasnya itu benar-benar alamak. Betul nggak Irzan?).

Saya pikir hanya sampai di situ keranjingan londo-londo ini terhadap “appointment”. Ternyata saya salah.

Tadi saya ke toko sepeda, mau minta servis sepeda. Dengan riangnya si penjaga toko membuka buku agenda (betul-betul buku agenda! di toko sepeda!). Dan isinya sudah penuh sampai minggu depan!

“Sebaiknya anda bikin “afspraak” dulu untuk hari Rabu minggu depan.  Anda bisa datang pagi, terus ambil kembali sepedanya di sore harinya. Kalau mau tanpa “afspraak” boleh, tapi harus ditinggal sekarang dan baru bisa diambil hari Jumat sore paling cepat.”

Saya sempat melongo untuk mencerna kata-kata itu. Yaaah, daripada hidup beberapa hari tanpa sepeda di bike-infested country, lebih baik saya terima tawarannya.

Sambil saya membayangkan betapa kalau saya di Bandung, tinggal keluar ke tukang sepeda di pinggir jalan, biasanya langsung dikerjakan. Bisa ikutan jongkok sambil mengamati, atau ikut duduk di warung gorengan di sebelahnya. Ditemani teh botol dingin. Nikmat.

Hanya saja saya tidak begitu yakin, apakah harus terus memimpikan keadaan Bandung yang seperti itu, dengan si mamang tukang sepeda yang cuma bisa bikin bengkel di tepi jalan? Sama-sama tukang sepeda, tapi yang satu punya agenda yang penuh dengan “appointment” sampai minggu depan, satu lagi hanya bisa menunggu nasib.

Kalau tukang sepeda di Bandung bisa punya “izzah” yang sama dengan kolega mereka di Belanda, biarlah saya rela harus bikin “appointment” untuk servis sepeda. Daripada harus mengingat mereka duduk merokok di bengkelnya di tepi jalan, ditengah gerimis, menunggu pelanggan yang tak kunjung datang.

Eindhoven, 06.01.2004

# 9:11 pm

Most of shoe-makers don’t wear shoes

Namanya Valeri, orang Rusia yang menjadi trainer kami ketika saya mengikuti training ttg inovasi sistematik. Inti trainingnya sendiri adalah pemecahan masalah (dengan inovasi) secara sistematik.

Ketika makan siang, terjadilah pembicaraan di seputar masalah pribadi. Beliau bercerita ttg bagaimana kehidupannya yang harus mengurus tiga rumah di tiga negara, tapi kebanyakan waktunya justru dihabiskan di hotel atau di pesawat terbang. “Akibatnya, pernikahan saya gagal dua kali”, katanya.

Lhah?! Dengan iseng kami bertanya, “apakah teknik pemecahan masalah ini tidak bisa diterapkan dalam lingkup personal?”
Read more →

# 10:31 am

A small world?

Saya ingin melakukan percobaan kecil-kecilan untuk membuktikan bahwa dunia memang kecil: bisakah saya menyampaikan foto berikut ini kepada yang bersangkutan, hanya dengan mengirimkan posting ini? Ini saya lakukan tanpa bermaksud menyaingi penelitian Roby Muhamad (is he the only Indonesian ever published in Nature?) yang dilakukan dengan jauh lebih metodik (klik di sini untuk melihat ringkasan penelitiannya).

Read more →

# 1:26 am

Ana hilang shoes : multilingualisme pada anak

Kawan saya Deen Aljunied menceritakan pengalamannya ketika mengajar di Sekolah Menengah Muhammadiyah Singapura. Suatu ketika seorang muridnya mengatakan kepadanya, “Ana hilang shoes”.

“Can you imagine, Bang?” katanya ketika menceritakan hal itu kepada saya, “three words from three languages in a single sentence.” Entah apa yang ada dalam benak kawan saya itu, tapi saya menangkap kegamangan dalam berkomunikasi, yang nantinya akan mengakibatkan rasa tidak percaya diri dalam berekspresi. Read more →

# 6:59 am

Asides

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.