Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → February, 2002

Patutkah?

Kawan ayah saya di Jakarta bercerita ketika beliau mengunjungi anaknya yang sekolah di Selandia Baru, dulu di awal tahun 90an, sekalian membelikan mobil untuk anaknya tersayang. Untuk gampangnya, uang untuk keperluan itu dikirimkan melalui rekening anaknya di sana. Sesampainya di sana, ternyata anaknya mendapatkan beberapa kesulitan dengan pihak bank. Anaknya tidak bisa begitu saja menarik [...]

Cerita Di Bawah Pohon

Sewaktu sedang aktif-aktifnya di Salman dulu, ada istilah “di bawah pohon” yang populer di kalangan kawan-kawan Karisma, terutama pengurus. Artinya ada dua macam. Yang pertama, “di bawah pohon” berarti aktivis Karisma yang terlambat mengakhiri aktivitasnya, sehingga shalat jum’atnya terdampar di bawah pohon, karena tidak kebagian lagi tempat di dalam Masjid. Setelah shalat jum’at, biasanya kita [...]

Asides

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.