<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Menuju kelas dunia dengan sistem PNS: laporan hari kedua</title>
	<atom:link href="http://ery.djunaedy.com/archives/98/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98</link>
	<description>renung</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 05:42:57 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: FIRDA</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-8317</link>
		<dc:creator>FIRDA</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 07:44:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-8317</guid>
		<description>luar biasa ! suatu univ yang diagung2kan di luar Jawa, sampai2 lebih milih ITB dari pada univ di Jakarta, tapi ternyata...... . ITB, berbenah dong, jadilah contoh karena u sdh punya nama &quot;besar&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>luar biasa ! suatu univ yang diagung2kan di luar Jawa, sampai2 lebih milih ITB dari pada univ di Jakarta, tapi ternyata&#8230;&#8230; . ITB, berbenah dong, jadilah contoh karena u sdh punya nama &#8220;besar&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: theodolite</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-412</link>
		<dc:creator>theodolite</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 07:28:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-412</guid>
		<description>salam kenal, informasi yang menarik. 


thanx :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal, informasi yang menarik. </p>
<p>thanx <img src='http://ery.djunaedy.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ery</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-327</link>
		<dc:creator>Ery</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 05:16:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-327</guid>
		<description>@Dimas: Ha ha ha .... lucu sekali. Tapi sungguh, saya sadar ini Indonesia. Masak Malaysia saja &lt;em&gt;boleh&lt;/em&gt;, kenapa kita tidak bisa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Dimas: Ha ha ha &#8230;. lucu sekali. Tapi sungguh, saya sadar ini Indonesia. Masak Malaysia saja <em>boleh</em>, kenapa kita tidak bisa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dimas</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-326</link>
		<dc:creator>dimas</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Dec 2007 03:34:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-326</guid>
		<description>mas..mas...sadar (mengguncang-guncangkan badan).....ini Indonesia...;p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas..mas&#8230;sadar (mengguncang-guncangkan badan)&#8230;..ini Indonesia&#8230;;p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: T. Djamal</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-325</link>
		<dc:creator>T. Djamal</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 11:02:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-325</guid>
		<description>Terusik juga saya menanggapi di sini (setelah di milis), setelah membaca tanggapan pembaca tentang kehadiran fisik. Infra struktur kita (termasuk ITB) belum siap kerja tanpa kehadiran fisik. Andaikan kehadiran fisik bukan prasyarat penilaian kinerja dosen, bayangkan bila kita sendiri jadi mahasiswanya. Saya ingin punya dosen luar biasa, tidak ingin punya dosen yang &quot;biasa di luar&quot; :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terusik juga saya menanggapi di sini (setelah di milis), setelah membaca tanggapan pembaca tentang kehadiran fisik. Infra struktur kita (termasuk ITB) belum siap kerja tanpa kehadiran fisik. Andaikan kehadiran fisik bukan prasyarat penilaian kinerja dosen, bayangkan bila kita sendiri jadi mahasiswanya. Saya ingin punya dosen luar biasa, tidak ingin punya dosen yang &#8220;biasa di luar&#8221; <img src='http://ery.djunaedy.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vivi Fauzia</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-321</link>
		<dc:creator>Vivi Fauzia</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 08:11:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-321</guid>
		<description>Kang Erry, baru tahu ya kalo Indonesia masih jaman purba ... he he he...

Sebenarnya ITB masih lumayan lebih baik daripada PTN lain, baik dari sisi managemen keuangan, pendidikan maupun risetnya. Kalo lihat yang lain, misalnya tempat kerjaku.. wualllah... lebih lucu lagi

Aturan penerimaan CPNS seperti puncak gunung es dari sekian aturan purba yang mungkin akan sangat terasa aneh.  Seperti tempat kerjaku, sistem kehadiran gaya buruh pabrik memang masih digunakan karena itulah yang paling gampang dan cepat terutama untuk perhitungan honor tambahan.  Banyak usaha dilakukan bukan untuk membentuk parameter mengukur kinerja, tetapi yang diutak-atik justru sifatnya teknis banget, misalnya dari &#039;ceklok&#039; ke fingerprint, karena banyak yang suka titip absen sama yang pulang sore , kemudian jam kerja juga dibatasi cuma dari jam 7 hingga jam 5 walaupun dosen kerja lembur juga nggak dianggap kerja, atau jumlah total jam kerja minimum agar dapat honor, ah pokoknya aneh bin ajaib... tapi ada yang lebih aneh.... koq mau-maunya ya saya masih tetap kerja sampai sekarang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kang Erry, baru tahu ya kalo Indonesia masih jaman purba &#8230; he he he&#8230;</p>
<p>Sebenarnya ITB masih lumayan lebih baik daripada PTN lain, baik dari sisi managemen keuangan, pendidikan maupun risetnya. Kalo lihat yang lain, misalnya tempat kerjaku.. wualllah&#8230; lebih lucu lagi</p>
<p>Aturan penerimaan CPNS seperti puncak gunung es dari sekian aturan purba yang mungkin akan sangat terasa aneh.  Seperti tempat kerjaku, sistem kehadiran gaya buruh pabrik memang masih digunakan karena itulah yang paling gampang dan cepat terutama untuk perhitungan honor tambahan.  Banyak usaha dilakukan bukan untuk membentuk parameter mengukur kinerja, tetapi yang diutak-atik justru sifatnya teknis banget, misalnya dari &#8216;ceklok&#8217; ke fingerprint, karena banyak yang suka titip absen sama yang pulang sore , kemudian jam kerja juga dibatasi cuma dari jam 7 hingga jam 5 walaupun dosen kerja lembur juga nggak dianggap kerja, atau jumlah total jam kerja minimum agar dapat honor, ah pokoknya aneh bin ajaib&#8230; tapi ada yang lebih aneh&#8230;. koq mau-maunya ya saya masih tetap kerja sampai sekarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AUGI</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-319</link>
		<dc:creator>AUGI</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 02:23:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-319</guid>
		<description>Ass.Wr.Wb. 

Membandingkan Universitas kelas dunia, paling cocok negara yang mempunyai populasi banyak, Amerika Serikat dan India. Prasyaratan pertemuan dan tatap muka lebih banyak, jadi seorang dosen harus mudah ditemui oleh mahasiswa, masyarakat, bisnis, industri dan regulator. 

Bila seorang dosen terlalu sering berpindah tempat akan sulit dijangkau masyarakat. Pemanfaatan video conference merupakan alat bantu apabila sedang melakukan lawatan ke suatu tempat, menjadi utama seorang dosen dekat dengan kampus.

Pengembangan infrastrukktur di kampus untuk menyediakan hotspot broadband, ruang web conference, warnet, perpustakaan+PC bisa dimanfaatkan mahasiswa yg tidak memiliki notebook.

Wallahu Alam B

Wass.Wr.Wb.
A U G I</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.Wr.Wb. </p>
<p>Membandingkan Universitas kelas dunia, paling cocok negara yang mempunyai populasi banyak, Amerika Serikat dan India. Prasyaratan pertemuan dan tatap muka lebih banyak, jadi seorang dosen harus mudah ditemui oleh mahasiswa, masyarakat, bisnis, industri dan regulator. </p>
<p>Bila seorang dosen terlalu sering berpindah tempat akan sulit dijangkau masyarakat. Pemanfaatan video conference merupakan alat bantu apabila sedang melakukan lawatan ke suatu tempat, menjadi utama seorang dosen dekat dengan kampus.</p>
<p>Pengembangan infrastrukktur di kampus untuk menyediakan hotspot broadband, ruang web conference, warnet, perpustakaan+PC bisa dimanfaatkan mahasiswa yg tidak memiliki notebook.</p>
<p>Wallahu Alam B</p>
<p>Wass.Wr.Wb.<br />
A U G I</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rian</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-318</link>
		<dc:creator>Rian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 02:16:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-318</guid>
		<description>ya begini lah pak.... welcome to our lovely republik..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya begini lah pak&#8230;. welcome to our lovely republik..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mukhlason AE-99</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-317</link>
		<dc:creator>Mukhlason AE-99</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 02:06:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-317</guid>
		<description>Mas Ery,
saya pikir recruiter dosen ITB harus belajar banyak, dan terutama, harus menyeragamkan visi, kalo itb mau maju,  harus berubah. Fleksibel.

Banyak kesenjangan2 (selain finansial) yang terjadi antara dunia alumni yg sudah keluar dari kampus dengan dunia kampus ITB. Terutama &quot;cara&quot;.

So, mungkin ini bisa diforward ke pak KK atau rektor saat ini Pak Djoko, barangkali bisa mengubah arah untuk bisa menjadi lebih maju dan profesional.

Salam
Mukhlason
T Penerbangan 1999</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Ery,<br />
saya pikir recruiter dosen ITB harus belajar banyak, dan terutama, harus menyeragamkan visi, kalo itb mau maju,  harus berubah. Fleksibel.</p>
<p>Banyak kesenjangan2 (selain finansial) yang terjadi antara dunia alumni yg sudah keluar dari kampus dengan dunia kampus ITB. Terutama &#8220;cara&#8221;.</p>
<p>So, mungkin ini bisa diforward ke pak KK atau rektor saat ini Pak Djoko, barangkali bisa mengubah arah untuk bisa menjadi lebih maju dan profesional.</p>
<p>Salam<br />
Mukhlason<br />
T Penerbangan 1999</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aji Jatmika Atmawijaya</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/98/comment-page-1#comment-316</link>
		<dc:creator>Aji Jatmika Atmawijaya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Dec 2007 01:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/98#comment-316</guid>
		<description>Sabar, Kang....tetep semangat!

Oh ya, selamat ketemu kembali, sekalipun &quot;tidak secara fisik&quot;. Jaman internet gitu loh!

Kapan-kapan ketemu secara fisik ya, nostalgia jaman dulu waktu di KARISMA. Masih ingat &quot;kuliah malam&quot; yang heboh itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sabar, Kang&#8230;.tetep semangat!</p>
<p>Oh ya, selamat ketemu kembali, sekalipun &#8220;tidak secara fisik&#8221;. Jaman internet gitu loh!</p>
<p>Kapan-kapan ketemu secara fisik ya, nostalgia jaman dulu waktu di KARISMA. Masih ingat &#8220;kuliah malam&#8221; yang heboh itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
