July 17th, 2011
# 4:05 pm
No comments
Cerita Malam Minggu
Ini cerita jaman dulu ketika tinggal di asrama Wisma Teuku Umar (a.k.a. Asrama Cicendo). Suatu malam minggu, seorang senior memberiku wejangan yang kudengarkan dengan seksama. “Dek, kau ini harus cepat cari cewek. Jangan tiap malam minggu duduk aja di asrama”, kata beliau.
Dasar anak asrama, wejangan rasanya kurang nikmat kalau tidak disambung dengan ejekan. “Bek ka turut that si gam nyan,” katanya sambil menunjuk senior yang lain yang juga sedang nonton TV, “tiep uroe nyng na ciet peugah haba cewek mantong, tapi troek malam minggu duek di asrama”. Artinya kurang lebih begini: “Jangan macam agam yang satu ini, tiap hari cerita cewek tapi giliran malam minggu duduk di asrama”. Maksudnya, kalau sudah cerita cewek tiap hari mbok ya malam minggu itu jangan cuman di asrama, tapi berangkat apel.
Saya yang waktu itu baru masuk asrama tentunya harus mendengar cerita senior ini dengan takzim.
Tak lama kemudian, datanglah salah satu dedengkot senior asrama ke ruangan TV. Saya tanya, “Nggak malam mingguan, Bang?”
Maka bersabdalah senior yang tak kunjung lulus ini:
Dek, bek ka dengoe that si gam nyan. Aneuk asrama nyoe ka terkenal, menyoe ka malam minggu mandum jak u lua. Di asrama meusigak mandum peugah jak apel, tahu-tahu ka enteuk ka meusapat bandum bak Mak Icih.
“Dek, jangan terlalu kau dengar apa kata dia”, katanya sambil menunjuk orang yang tadi menasehati saya, “Anak asrama ini sudah terkenal, kalau malam minggu dengan lagaknya keluar semua, dari asrama pamit mau apel, ternyata nanti semuanya saling kepergok di warung Mak Icih.”
***
Sampai lama menjelang saya menikah, saya masih tetap tinggal di asrama waktu malam minggu. Si Abang Senior secara berkala masih tetap dengan petuah lamanya, “Dek cepatlah kau cari cewek”. Suatu waktu, ketika saya sudah cukup senior di asrama, dan sudah berani bersuara, saya menjawab singkat, “Bang, nggak usahlah banyak cakap tentang masalah cewek. Kita buktikan saja nanti, kalau kita sudah menikah, istri siapa yang lebih cantik.”
Seluruh ruang TV jadi terbahak mendengar tantangan ini.
Your feedback, please...