Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → Cerita Malam Minggu

Cerita Malam Minggu

Ini cerita jaman dulu ketika tinggal di asrama Wisma Teuku Umar (a.k.a. Asrama Cicendo). Suatu malam minggu, seorang senior memberiku wejangan yang kudengarkan dengan seksama. “Dek, kau ini harus cepat cari cewek. Jangan tiap malam minggu duduk aja di asrama”, kata beliau.

Dasar anak asrama, wejangan rasanya kurang nikmat kalau tidak disambung dengan ejekan. “Bek ka turut that si gam nyan,” katanya sambil menunjuk senior yang lain yang juga sedang nonton TV, “tiep uroe nyng na ciet peugah haba cewek mantong, tapi troek malam minggu duek di asrama”. Artinya kurang lebih begini: “Jangan macam agam yang satu ini, tiap hari cerita cewek tapi giliran malam minggu duduk di asrama”. Maksudnya, kalau sudah cerita cewek tiap hari mbok ya malam minggu itu jangan cuman di asrama, tapi berangkat apel.

Saya yang waktu itu baru masuk asrama tentunya harus mendengar cerita senior ini dengan takzim.

Tak lama kemudian, datanglah salah satu dedengkot senior asrama ke ruangan TV. Saya tanya, “Nggak malam mingguan, Bang?”

Maka bersabdalah senior yang tak kunjung lulus ini:

Dek, bek ka dengoe that si gam nyan. Aneuk asrama nyoe ka terkenal, menyoe ka malam minggu mandum jak u lua. Di asrama meusigak mandum peugah jak apel, tahu-tahu ka enteuk ka meusapat bandum bak Mak Icih.

“Dek, jangan terlalu kau dengar apa kata dia”, katanya sambil menunjuk orang yang tadi menasehati saya, “Anak asrama ini sudah terkenal, kalau malam minggu dengan lagaknya keluar semua, dari asrama pamit mau apel, ternyata nanti semuanya saling kepergok di warung Mak Icih.”

***

Sampai lama menjelang saya menikah, saya masih tetap tinggal di asrama waktu malam minggu. Si Abang Senior secara berkala masih tetap dengan petuah lamanya, “Dek cepatlah kau cari cewek”. Suatu waktu, ketika saya sudah cukup senior di asrama, dan sudah berani bersuara, saya menjawab singkat, “Bang, nggak usahlah banyak cakap tentang masalah cewek. Kita buktikan saja nanti, kalau kita sudah menikah, istri siapa yang lebih cantik.”

Seluruh ruang TV jadi terbahak mendengar tantangan ini.

Your feedback, please...

This entry was posted on Sunday, July 17th, 2011 at 4:05 pm and is filed under Indonesian. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

← Previous ·

Asides

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.