Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → Tengkleng Bola

Tengkleng Bola

Menghadapi pertandingan bola PSSI, saya melakukan persiapan yang cukup panjang. Pertanyaannya, apa sarapan yang sedap untuk menemani acara nonton bola yang berlangsung pukul 5 pagi waktu Amerika?

Pilihan saya: tengkleng kepala kambing.

Ini dia bahan aslinya, sekitar jam 9 malam:

Tengkleng: persiapan nonton bola

Tengkleng: persiapan nonton bola

Tentang resepnya, saya ambil dari internet, kombinasi antara resep ini dan ini. Kombinasinya sudah lupa lagi nih, hanya resep Pawon Hani pakai santan, sedangkan saya memilih tidak pakai santan versi Rumah Wanita. Anda pasti ingat bahwa ini adalah percobaan kedua saya memasak tengkleng.

Hasilnya? Lihat gambarnya: bola, tengkleng dan kopi. Ini setelah dimasak sekitar delapan jam, dikurangi airnya, dan dibumbui lagi menjelang kick-off.

Tengkleng: bola dan kopi

Tengkleng: bola dan kopi

Sarapan yang nikmat tentunya. Sayangnya, Indonesia dicukur 3-0 oleh pasukan Malaysia. Agak berkurang kenikmatan makan tengkleng ini.

Kesimpulan saya? Susah karena tidak ada referensinya. Dua-duanya baik tengkleng ataupunya bola.

Untuk tengkleng saya benar-benar tidak tahu rasa aslinya seperti apa, karena di Indonesia belum pernah makan. Hanya kali ini rasanya lebih enak dibandingkan percobaan saya yang pertama, karena saya mengurangi air rebusan kepala kambing sebelum dibumbui lagi. Bumbunya cukup sedap rasanya.

Untuk bola, ini pertandingan pertama yang saya tonton sejak adanya euphoria PSSI. Saya tidak punya referensi bagaimana garangnya PSSI yang pernah menggulung squad Malaysia 5-1. Yang saya dapatkan adalah pemain PSSI yang kocar-kacir setelah protes karena diperlakukan curang oleh penonton yang sibuk main petasan sambil menembakkan laser ke mata kiper. Setelah protes, PSSI kocar-kacir, sama sekali tidak fokus.

Kayaknya memang bola tengkleng membuat bolanya nanduk ke sana kemari.

Tengkleng: habis tiga kosong

Tengkleng: habis tiga kosong

Your feedback, please...

This entry was posted on Sunday, December 26th, 2010 at 7:27 am and is filed under Food, Indonesian. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

← Previous · Next →

Asides

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.