Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → Renovasi Masjid Salman

Renovasi Masjid Salman

Ada hal yang menarik perhatian saya ketika menerima proposal renovasi Masjid Salman: ada aspek fisika bangunannya. Apa mungkin karena saya sudah lama tidak melihat proposal pembangunan masjid. Dulu yang namanya proposal pembangunan masjid mana ada komponen untuk peningkatan “tata suara” atau “tata cahaya”. Tapi di proposal ini ada.

Masjid Salman - Tampak Dalam

Masjid Salman - Tampak Dalam

Dan yang disebut “tata suara” itu bukan hanya masalah beli pengeras suara. Berikut kutipan descripsi pekerjaan itu:

Pada beberapa titik di dalam masjid, suara ceramah cenderung bergema dan tak jelas, untuk itu perlu dilakukan penataan ulang suara di dalam masjid agar jamaah bisa menangkap butir-butir ceramah dan presentasi di dalam masjid.

Ini namanya pelayanan jamaah, memberikan kenyamanan bagi jamaah masjid untuk beribadah, dengan menggunakan teknologi. Dan kalau anda teruskan ke bagian akhir proposal itu, memang rincian biayanya adalah untuk biaya konsultan serta peralatan pengukuran.

Masih ada bagian “tata cahaya”, yang permasalahannya sekarang lebih sederhana:

Pada 4 pilar di bagian depan masjid, perlu dipasang lampu sorot berkekuatan kecil untuk  melayani jamaah yang akan membaca Al?Quran, sehingga meningkatkan pemanfaatan Al?Quran waqaf, dan menahan lebih banyak jamaah di dalam masjid di antara waktu shalat.

Bagi yang pernah ke Masjid Salman, memang bagian depan itu terkadang tidak kondusif (terlalu remang-remang) untuk bisa membaca Al-Quran dengan nyaman. Saya hanya usul supaya lampu sorotnya dipilih yang hemat energi, syukur-syukur bisa LED.
***
Satu lagi yang menarik perhatian saya dari proposal ini, yaitu adanya rencana untuk memberi proyektor dan kamera. Saya yang sudah lama merindukan khutbah-khutbah dari Salman, tentunya berharap bahwa nantinya kita akan bisa mendapatkan rekaman acara-acara di Salman. Siapa tahu bisa siaran langsung.
Tentunya bukan hanya itu (tata cahaya dan tata suara), masih banyak aspek lain dari renovasi yang bisa anda sumbang, tergantung minat anda. WC dan tempat wudhu wanita misalnya, sejak dulu yang cuman sepotong kecil itu saja. Rencananya sekarang mendapat porsi yang cukup besar dari total rencana renovasi ini. Atau tempat bermain anak-anak.

Untuk lebih lengkapnya silakan lihat proposal lengkapnya di sini. Dan tentunya jangan lupa ikutan menyumbang.

***

Bagaimana Masjid Salman sekarang? Berikut seluruh kompleks masjid tampak dari atas.

Masjid Salman - Bird View

Masjid Salman - Bird View

This entry receives one comment.

ier

baru tau mau ada renovasi

Dec 24, 2010 at 8:12 am

Your feedback, please...

This entry was posted on Wednesday, December 22nd, 2010 at 11:26 pm and is filed under Architecture, Indonesian, Religion. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

← Previous · Next →

Asides

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.