Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → Kalau di Indonesia paling-paling Hansip

Kalau di Indonesia paling-paling Hansip

Saya bukannya orang yang terlalu bangga dengan tentara nasional kita. Tetapi hobi saya adalah membandingkan penampilan tentara negara lain. Dalam hal penampilan, tentara kita memang patut dibanggakan. Lihatlah pasukan di foto berikut ini (klik untuk memperbesar fotonya).

Pasukan kehormatan Afghanistan (foto dari GulfNews edisi 2-Mar-2006)
Coba lihat, Pak tentara yang paling kanan. Beliau inilah yang paling pantas berdirinya, dengan pandangan lurus ke depan.

Tapi coba lihat yang di sebelah kanannya: sikunya sangat terangkat, dan senjatanya miring. Kalau ini terjadi pada anggota TNI, pasti sudah disuruh angkat senjata seribu kali.

Dua anggota setelahnya, kedua-duanya berdiri lumayan tegap dengan senjata yang lurus. Tapi matanya jelalatan ke mana-mana. Di Indonesia, mereka bisa-bisa disuruh push-up entah berapa kali sebagai hukuman.
Wak tentera di sebelahnya lebih fenomenal lagi. Beliau memakai topi pet, persis seperti orang Afghan pakai kupluk haji: nempel doang di atas kepala agak ke belakang.

Yang paling hebat adalah tiga orang yang tampak di antara Bush dan Karzai: tidak jelas lagi aturannya harus melihat ke mana.

Disiplin baris berbaris pasukan kehormatan di Indonesia memang tidak sedahsyat pasukan penjaga Istana Buckingham, tapi kedisiplinan mereka pun sudah membuat saya merasa bahwa foto di atas kalau di Indonesia hanya bisa terjadi pada regu Hansip yang sedang latihan baris di depan balai RW.

This entry receives 3 comments.

ery.djunaedy » Blog Archive » Kalau yang ini sih lumayan

[...] Ini menyambung posting kemarin, masih menyangkut kunjungan Bush ke kawasan ini, pasukan kehormatan Pakistan tampak lebih meyakinkan dibandingkan Afghanistan. [...]

Mar 5, 2006 at 9:10 pm

T. Djamaluddin

Bukan hanya penampilan, TNI telah dikenal secara internasional dari segi kedisiplinannya. Saya baca buku kenangan Garuda I (kontingen ke Sinai, kebetulan ayah saya termasuk jadi anggotanya), bahwa kontingen lain sangat hormat pada TNI karena kedisiplinannya.

Saya termasuk yang tidak suka ketika TNI sering dipojokkan dan dilecehkan. Bagaimana pun tegaknya bangsa ini, salah satunya karena peran TNI yang solid dan disiplin.

Mar 10, 2006 at 4:56 am

Juwakhid

Nah, gitu dong….membanggakan produk dalam negeri. Tapi jangan berlebihan lho.., tar lupa daratan. Tapi coba jangan hanya membandingkan dengan Afghan. Itung-itung buat ngaca deh.

May 20, 2006 at 7:11 pm

Your feedback, please...

This entry was posted on Saturday, March 4th, 2006 at 7:57 pm and is filed under General, Indonesian. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

← Previous · Next →

Asides

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.