July 27th, 2010
# 9:22 pm
4 comments
Tengkleng
“What is that?” asked my son.
“Its a soup that can stare back at you”, thats my answer.
Did you see that? Staring back at you?
Its a dish of lamb head. We just got a whole lamb from our butcher, and the head is an extra delicacy. I was debating on what should I make with that head.
In the end I settle with the Tengkleng recipe I found on the net. Tengkleng is a traditional dish from the central part of Java.
Its my big lunch that made me skip dinner, with a bit of left over for breakfast.


This entry receives 4 comments.
ini sa’jannya adalah gulai (kari untuk style indianya). Dengan rempah full, kalau di kudus nyang khas di tambah daun koro pele, dan kayu mesoyi, and jangan lupa di tambah trasi juana nyang mak nyusss.
mumkin kalo di luaran sana ya susah nyari nyang beginian. tapi Kudus…..hem anywhere anytime……dan sampai ndoprok karena hi cholest
Jul 27, 2010 at 10:42 pm
hehm tengkleng nyam nyam, masakan khas Solo, almarhum tetanggaku sangat ahli masak tengkleng yang sangat sedap, tapi ternyata nyari di pasaran susah nemu. Di Nganjuk Jatim ada “becek” sup iga, tulang dan jerohan kambing mirip tengkleng yang tak pernah terlewatkan jika mudik.
Jul 28, 2010 at 8:24 pm
Hho … doyan tengkleng, doyan kalleh-pa-cheh juga kah?
untung ya, kayaknya butcher-nya pak ery nggak punya langganan orang iran, coba kalau punya, pasti pak ery nggak bakalan kebagian kepala si domba, karena kepala si dombanya pasti sudah diambil duluan oleh orang iran untuk masak kalleh-pa-cheh.
Jul 29, 2010 at 5:46 am
Mantap nian dagingnya; hiii..
Hehe..
Aug 29, 2010 at 9:20 am
Your feedback, please...