<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tahfizh management software</title>
	<atom:link href="http://ery.djunaedy.com/archives/385/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ery.djunaedy.com/archives/385</link>
	<description>renung</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 18:55:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Willy</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/385/comment-page-1#comment-10055</link>
		<dc:creator>Willy</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 07:58:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/?p=385#comment-10055</guid>
		<description>Salam kenal Mas Eri

Dari pengalaman saya , menghafal Al Qur&#039;an itu hal yg mungkin sekali namun bukan pekerjaan yg mudah. Namun lebih tidak mudah lagi untuk mempertahankan Hafalan Al Qur&#039;an yg kita miliki.

Jujur hafalan yg saya miliki beberapa tahun lalu ketika belum bekerja, lebih banyak ketimbang sekarang. Padahal usaha untuk menambah dan mengulang hafalan tidak pernah saya tinggalkan. Namun hasilnya turun dan naik dengan agregat jumlah yg lebih sedikit dari sebelumnya.

Karenanya saya sangat setuju dengan wejangan yg sering saya dapat dari ustadz-ustadz yg  mengatakan bahwasanya Al Quran laksana cahaya yg bermukim di dada seorang mukmin, Ia suci dan Al Quran tidak berkenan untuk berkumpul bersama apa-apa yg kotor. 
Apabila kita melakukan maksiat, baik maksiat perbuatan, lisan mata, maupun hati maka sebagian dari Al Qur&#039;an akan pergi.

Intinya adalah perjuangan menjaga hati hampir sama sulitnya dengan mendisiplinkan diri menghafal &amp; mengulang Al Qur&#039;an setiap hari.
Bahkan bagi sebagian orang hal itu lebih sulit.

Ambil contoh, dahulu ketika belum bekerja ghadul bashar relatif bisa sy lakukan. Sekarang hampir setiap hari mau tak mau kita banyak berinteraksi terhadap lawan jenis yg tidak menutup auratnya.

Kendati demikian , saya bersyukur kpd Allah. Tekad untuk menjadi seorang penjaga Al Qur&#039;an tidak hilang dari diri saya. Itu tetap menjadi salah satu impian hidup yg terus membara dalam diri saya.
Karenanya sedikit demi sedikit saya memperbaiki setiap hal yg bisa memudahkan menuju kearah sana, seperti mencari seorang guru yg membimbing, menimalisir perkataan yg kurang baik (misal dusta) ,meningkatakan amal sunnah (semisal dzikir, qiyamul lail, shaum).

Sekiranya ini makan waktu sampai puluhan tahun maka insya Allah saya akan tetap tempuh. Bila kita bercermin kepada Rasulullah dan para sahabat. Bahkan mereka bisa merampungkan hafalan Al Quran (tentunya beserta pemakanaan) makan waktu hingga puluhan tahun (Rasulullah saja butuh 22 tahun).

Saya menyimpulkan bisa jadi begitulah sunnatullahnya. Sehingga yg paling kita butuhkan adalah kesabaran untuk menjalani perjalanan panjang tersebut..

Btw bagus sekali kalau softwarenya bisa direalisasikan.
secara saya bukan seorang programmer atau software engineer.
Masukan saya, mas eri bisa mendelegasikan perancangan software itu kepada yg memang kompeten dlm dunia pemrograman dan jg punya interest terhadap concernnya mas Ari. Misalnya Mahasiswa tingkat akhir yg sedang menyusun skripsi , namun jg aktif di komunitas keislaman.

Salam 

Willy A 

FT 02</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Mas Eri</p>
<p>Dari pengalaman saya , menghafal Al Qur&#8217;an itu hal yg mungkin sekali namun bukan pekerjaan yg mudah. Namun lebih tidak mudah lagi untuk mempertahankan Hafalan Al Qur&#8217;an yg kita miliki.</p>
<p>Jujur hafalan yg saya miliki beberapa tahun lalu ketika belum bekerja, lebih banyak ketimbang sekarang. Padahal usaha untuk menambah dan mengulang hafalan tidak pernah saya tinggalkan. Namun hasilnya turun dan naik dengan agregat jumlah yg lebih sedikit dari sebelumnya.</p>
<p>Karenanya saya sangat setuju dengan wejangan yg sering saya dapat dari ustadz-ustadz yg  mengatakan bahwasanya Al Quran laksana cahaya yg bermukim di dada seorang mukmin, Ia suci dan Al Quran tidak berkenan untuk berkumpul bersama apa-apa yg kotor.<br />
Apabila kita melakukan maksiat, baik maksiat perbuatan, lisan mata, maupun hati maka sebagian dari Al Qur&#8217;an akan pergi.</p>
<p>Intinya adalah perjuangan menjaga hati hampir sama sulitnya dengan mendisiplinkan diri menghafal &amp; mengulang Al Qur&#8217;an setiap hari.<br />
Bahkan bagi sebagian orang hal itu lebih sulit.</p>
<p>Ambil contoh, dahulu ketika belum bekerja ghadul bashar relatif bisa sy lakukan. Sekarang hampir setiap hari mau tak mau kita banyak berinteraksi terhadap lawan jenis yg tidak menutup auratnya.</p>
<p>Kendati demikian , saya bersyukur kpd Allah. Tekad untuk menjadi seorang penjaga Al Qur&#8217;an tidak hilang dari diri saya. Itu tetap menjadi salah satu impian hidup yg terus membara dalam diri saya.<br />
Karenanya sedikit demi sedikit saya memperbaiki setiap hal yg bisa memudahkan menuju kearah sana, seperti mencari seorang guru yg membimbing, menimalisir perkataan yg kurang baik (misal dusta) ,meningkatakan amal sunnah (semisal dzikir, qiyamul lail, shaum).</p>
<p>Sekiranya ini makan waktu sampai puluhan tahun maka insya Allah saya akan tetap tempuh. Bila kita bercermin kepada Rasulullah dan para sahabat. Bahkan mereka bisa merampungkan hafalan Al Quran (tentunya beserta pemakanaan) makan waktu hingga puluhan tahun (Rasulullah saja butuh 22 tahun).</p>
<p>Saya menyimpulkan bisa jadi begitulah sunnatullahnya. Sehingga yg paling kita butuhkan adalah kesabaran untuk menjalani perjalanan panjang tersebut..</p>
<p>Btw bagus sekali kalau softwarenya bisa direalisasikan.<br />
secara saya bukan seorang programmer atau software engineer.<br />
Masukan saya, mas eri bisa mendelegasikan perancangan software itu kepada yg memang kompeten dlm dunia pemrograman dan jg punya interest terhadap concernnya mas Ari. Misalnya Mahasiswa tingkat akhir yg sedang menyusun skripsi , namun jg aktif di komunitas keislaman.</p>
<p>Salam </p>
<p>Willy A </p>
<p>FT 02</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andi Bombang</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/385/comment-page-1#comment-9693</link>
		<dc:creator>Andi Bombang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 16:11:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/?p=385#comment-9693</guid>
		<description>Ada softwarenya itu ya, Om Ustadz? Belinya di mana? Ada yang manualnya pake bahasa bahasa ibu, nggak? (dikira2 saja nih maksudnya, soalnya bahasa Inggris lagi, kagak mudeng gw.)
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ada softwarenya itu ya, Om Ustadz? Belinya di mana? Ada yang manualnya pake bahasa bahasa ibu, nggak? (dikira2 saja nih maksudnya, soalnya bahasa Inggris lagi, kagak mudeng gw.)<br />
 <img src='http://ery.djunaedy.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

