December 26th, 2002
# 8:41 am
No comments
VIM: kisah sebuah kerja sosial
Anda tahu Vim? Bukan abu pencuci piring, ya. Pemakai M$-Windows barangkali tidak mengenal Vim, tapi pengguna unix/linux, setidaknya pernah mendengar vi, text editor yang tersedia di setiap komputer unix. Vim adalah Vi IMproved, sebuah text editor (semacam Notepad di M$-Windows) dengan kapabilitas yang luar biasa.
Bila anda membuka VIM, tulisan berikut akan terpampang di layar anda:
VIM - Vi IMproved
version 6.1
by Bram Moolenaar et al
Vim is open-source and freely distributable
Help poor children in Uganda!
type :help iccf [enter] for information
Dan kalau anda kemudian mengetikkan “:help iccf”, maka akan keluar sebuah file yang memuat keterangan mengenai anak-anak di Uganda dan hubungannya dengan VIM.
“Vim is Charityware. You can use and copy it as much as you like, but you are encouraged to make a donation for needy children in Uganda.”
Saya pernah mendengar “shareware”, dan terutama “freeware” (yesss!). Tapi “charityware”? Saya baru dengar saat ini. Tapi, ternyata charityware bukanlah barang baru, barangkali hanya saya saja yang kurang informasi.
“Charityware (cha’rit-ee-weir) n. Shareware for which the author either suggests that some payment be made to a nominated charity or a levy directed to charity is included on top of the distribution charge. Synonym: careware.” [source: jargon.net]
***
Bandingkan dengan cara-cara lain untuk mengumpulkan dana. Charityware akan tampil sebagai cara yang paling “dignified” untuk mengumpulkan dana. Tidak perlu merunduk-runduk, tidak perlu memelas-melas. Cukup tuliskan di produk anda, misalnya:
“If you are happy with Vim, please express that by reading the rest of this file and consider helping needy children in Uganda.”
Ibaratnya, anda meminta tapi tangan anda tetap di atas.
[Tentu saja, ini saya ucapkan tanpa mengurangi rasa hormat kepada mereka yang menggunakan cara lain untuk mengumpulkan dana bagi mereka yang membutuhkan.]
***
Efektifkah? Yaah tergantung darimana kita melihatnya. Vim sendiri diperkirakan bisa mengumpulkan dana sekitar USD 2000 (1997) dan USD 4000 (1998). Tidak terlalu besar memang. Tapi para developer Vim sendiri menganjurkan agar charityware lebih ditujukan kepada organisasi yang belum mempunyai jaringan sponsor yang kuat, sehingga nilai USD 2000 sudah sangat besar bagi mereka.
Apalagi tujuannya kan bukan hanya uang. Seperti kata Bram Moolenaar, “It is not only the money. The Charityware concept also helps to make people aware of the need of other people. If I would not have started this, few people would know about the project in Uganda. For many people it takes time to get used to the idea that there is more to life than making money and taking care of yourself. I have had reactions from people who could not afford to donate, but were moved by the goodness of the concept. In some way Charityware changes people a bit.”
***
Saya menuliskan ini karena saya tahu banyak “produk” yang bisa dijadikan charityware. Kawan-kawan developer software di imas_sg@, orang-orang pintar di lulusantf@, teman-teman kendurian di Delft dan Eindhoven, pasti pernah menghasilkan suatu produk. Tidak hanya “software” dalam arti kode komputer, tapi juga “software” dalam arti lebih luas seperti tulisan, artikel, buku, metode, algoritma.
Bahkan “hardware” pun bisa dijadikan charityware. Yaaah, memang agak “maksain”. Tapi, why not? Potentially, hardware-pun bisa dijadikan charityware. Seperti misalnya: “seluruh hasil penjualan produk ini akan disumbangkan untuk repratiasi pengungsi Aceh.” Jangan hanya memikirkan hardware semacam chip komputer, tapi juga kaos sablonan dan onde-onde.
Usaha-usaha kecil seperti yang dilakukan oleh developer Vim sangatlah sederhana. Buat satu produk, atau perbaikan dari satu produk, berikan semuanya untuk sedekah. Hasilnya? Dalam kasus Vim, hampir semua komputer berbasis linux — di seluruh dunia –punya Vim di dalamnya, yang secara potensial dapat menjadi penyumbang untuk anak-anak yatim karena AIDS di Uganda.
Eindhoven, 26 Desember 2002
Your feedback, please...