March 15th, 2009
# 4:59 pm
1 comment
Shrimp paste
Anda pernah makan sandwich dengan shrimp paste? Kalau belum pernah, anda tidak sendirian. Ini cerita bodor yang menimpa sobat saya waktu tinggal di Eindhoven dulu.
Suatu ketika beliau jalan-jalan di supermarket dan tiba-tiba melihat ada shrimp paste. Entah beliau sedang membayangkan makan sandwich, tiba-tiba beliau punya ide, kayaknya enak juga makan roti pakai shrimp paste. Mungkin sedang ingat sandwich tuna, atau apalah. Maka dibelilah shrimp paste itu.
Sampai di rumah, dibukalah shrimp paste itu dan dioleskan ke atas sepotong roti layaknya selai. Ketika sudah siap disantap, gerakannya tangan terhenti ketika sudah di depan hidung. “Kok baunya agak menyengat”, katanya. Akhirnya beliau tidak jadi makan.
Ketika beliau ke rumah saya dan menceritakan kejadiannya, beliau dengan serius berkata, “tolonglah shrimp paste ini dimanfaatkan saja, saya tidak tahu mau diapain lagi”. Terus terang saya waktu itu hanya bisa terbahak-bahak membayangkan membayangkan ada orang berani-beraninya makan roti pakai terasi.
Sobat saya itupun baru tahu saat itu bahwa shrimp paste itu terjemahan dari terasi. Saya sampai sekarang masih ngakak kalau teringat kejadian itu. Ini adalah contoh betapa berbahaya (dan konyol)-nya lost in translation itu.
This entry receives one comment.
ternyata shrimp paste itu terasi.
tadinya terbayang mirip sarden/makarel tapi dari udang.
hehehe….
May 25, 2009 at 10:28 pm
Your feedback, please...