December 6th, 2008
# 1:13 am
16 comments
Sabun sertu: teknologi tepat guna
Anda tahu sertu? Bukan, itu bukan sersan satu. Sabun sertu juga bukan sersan satu sedang main sabun. Artikel ini adalah tentang bagaimana teknologi digunakan untuk menghadirkan kemudahan dalam beragama.
Sebelum membahas apa itu sabun sertu, ada baiknya saya bahas sedikit tentang najis dari sudut pandang Islam. Najis adalah kotoran dalam pengertian religius. Barang yang terkena najis harus dibersihkan dengan tata cara tertentu, berdasarkan klasifikasi najis. Yang najis yang dimaafkan, cukup dihilangkan saja najisnya. Sementara najis yang ringan, cukup dibasuh dengan air satu kali.
Di dalam sebuah riwayat, ada kejadian di mana Nabi mencuci najis dengan air tujuh kali salah satunya dicampur dengan tanah. Yang dicuci adalah bejana (tempat makan) yang terjilat anjing.
Saya tidak akan masuk ke dalam perdebatan apa yang terkategori sebagai najis berat. Ya, ada banyak sekali pendapat di sini, tapi itu untuk diskusi lain waktu. Yang ingin saya tekankan di sini adalah apa yang sudah disepakati bersama bahwa ada najis yang harus dibasuh dengan air tujuh kali salah satunya dengan air bercampur tanah. Proses bersuci dari najis berat inilah yang disebut dengan sertu (dalam bahasa melayu)
Pertanyaan saya (kepada pembaca muslim) adalah apakah anda pernah melakukan sertu? Mungkin belum pernah ya? Sebabnya adalah salah satu dari dua. Yang pertama karena ignorance, tidak tahu apa yang terkategori sebagai najis berat, serta tidak tahu bagaimana proses mencucinya. Yang kedua adalah karena dalam masyarakat yang cukup homogen seperti di Indonesia, ditambah lagi dengan ketidakjelasan apa yang terkategori sebagai najis berat, kemungkinan kita terkena najis berat juga jadi minim sekali.
Lain kondisinya dengan di Singapura. Ada dua kondisi yang menyebabkan situasinya juga berbeda dengan di Indonesia. Kondisi pertama, secara fikih mereka sangat konservatif, artinya mereka mengambil pendapat yang paling berat dalam menentukan najis berat. Menurut pendapat ini, yang tergolong najis berat termasuk: tersentuh liur anjing (baik badan, barang, ataupun tempat), daging babi dan seluruh derivatifnya. Dengan pendapat seperti ini, maka alat makan yang pernah menghidangkan menu babi haruslah disertu. Kalau ada restoran yang baru mendapatkan sertifikat halal, dan restoran itu sebelumnya menghidangkan babi, maka semua alat masak dan alat makan restoran itu harus disertu. Dengan alasan ini pula, restoran muslim di Singapura memakai alat makan yang berbeda, sekalipun berada di kompleks hawker center yang sama.
Kondisi kedua adalah ada interaksi kehidupan yang sangat intens antara kaum muslim dengan non-muslim. Dan perbedaan itu seringkali sangat diametral, misalnya kedai Muslim bersebelahan dengan kedai Cina yang menjual makanan mengandung babi. Persinggungan diametral ini tidak terelakkan, sehingga ada kebutuhan untuk mengelolanya dengan baik.
Salah satu produknya adalah teknologi tepat guna, dalam hal ini adalah sabun sertu. Perkenalkan: Almughallazoh (ini adalah merek sabun itu, dan kata yang digunakan adalah kata Arab yang berarti “najis berat”).
Coba bayangkan, dengan mazhab fikih yang demikian ketat, bisa dibayangkan betapa seringnya seorang muslim Singapura harus melakukan sertu. Makan di resto yang tidak halal, sekalipun hidangannya vegetarian misalnya, tetap saja mustahil karena alat masaknya dan alat makannya pernah digunakan untuk menghidangkan babi dan belum disertu. Yang lebih hebat adalah kalau orang muslim beli rumah baru dan penghuni sebelumnya adalah non-muslim, dijamin rumahnya harus disertu. Sering ada keluhan di perumnas di Singapura ketika ada penghuni baru muslim, yaitu saluran pipa pembuangan tersumbat lumpur. Kenapa? Ya itulah penghuni baru yang sibuk melakukan sertu di seluruh lantai rumahnya dengan menggunakan tanah yang mengakibatkan air lumpur turun melalui saluran di kamar mandi.
Itu karena mereka belum tahu tentang produk Almughallazoh ini.
Dengan adanya sabun ini, cara mencuci najis berat jadi lebih ringan, tidak perlu lagi susah-susah mencampurnya dengan tanah. Memang masih harus dibasuh tujuh kali, tapi setidaknya proses pencuciannya tidak messy lagi.
Sabun ini bisa dibeli di sini:
Kesimpulannya?
Saya teringat Almarhum Ama Endang Saefuddin Anshari. Beliau bilang bahwa Islam itu bukanlah budaya, tapi bagaimana orang berislam adalah budaya. Teknologi ini adalah buktinya bahwa akan ada produk-produk budaya baru yang akan kita buat selama kita terlibat secara konstruktif di dalam kehidupan global yang sangat beragam.
Ekspresi keberagamaan akan berkembang justru bila kita dihadapkan dengan situasi-situasi yang seolah membatasi kehidupan beragama kita.




This entry receives 16 comments.
Assalamu alaikum warahmatulLahi wabarokatuh,
1. Sefaham saya di Semenanjung Tanah Melayu, orang Melayu menyebut sertu itu dengan syamak. Menyamak ertinya melakukan suci najis berat dengan menggunakan kaeadah fiqh taharah mengikut pandangan Imam Syafie r.a. Pertanyaan saya ialah adakah sertu itu sama dengan syamak. Di harapkan tolong di jelaskan lagi.
2. I am happy that there is cconscious concerted efforts by Singaporean Muslim community in applying Syari’ah compliance engineering or technological kow how to improve quality of life. Striving and constantly updating our quality of life is not only the demand to be modernistic but most importantly the natural way of islamizing our way of modernity. Taharah is a very important aspect of our cvivil life. A balanced understanding of physical and spiritual taharah of way of life should be maintained. The constructive appropriate syari’atic view of taharah should be constantly reviewed by any Muslim community.
3. This conscious effort on the part of the Singaporean Muslim community should be praised and benefit us all.
Dec 6, 2008 at 4:39 am
Wa alaikum salam, Bang Jamal
Sefaham saya pun begitu. Kata yang digunakan oleh kami di Aceh pun sama, yaitu”samak”. Kata “sertu” adalah kata baru bagi saya. Hanya saja saya tidak banyak bertanya karena saya pikir ini hanya perbedaan yang biasa antara istilah di Indonesia dan di Tanah Melayu. Tetapi ternyata ini hanya dipakai oleh orang Melayu Singapura.
Sefaham saya kedua kata itu dipakai dengan pengertian yang sama, yaitu sebagai cara untuk membersihkan najis berat.
Dec 6, 2008 at 4:04 pm
Saya senang sekali membaca ini, Kang Ery! Pada akhirnya umat Islam mulai berpikir untuk menyelesaikan masalah-masalahnya dan tidak terjerat pada fikih yang dikeluarkan oleh ulama berabad-abad lalu.
Kalau ada artikel seperti ini lagi akan sangat membantu untuk membuka wawasan.
Salam
Satra
Dec 6, 2008 at 4:56 pm
Makasih infonya. Sangat berguna
Dec 9, 2008 at 8:38 am
wah pantas lah puak Melayu jarang ada yang merantau…
Dec 10, 2008 at 11:09 am
baru tahu saya …. harganya berapa : )
Dec 12, 2008 at 5:21 am
[jamaludin mohyiddin melalui email, saya cantumkan di sini]
Assalamu alaikum,
Nampaknya istilah syama’ ini di guna di Alam Melayu, termasuk di Aceh. Pengertiaan syama’ dan kaedah bersyama’ yang dipakai di Alam Melayu boleh di katakan sama. Kerna, mungki kita semua menganut faham mazhab Imam Shafi’e. Mazhab yang paling sederhana dan cukup rapi dalam persoalan ibadah.
Qaedah syama’ telah di technical kan atau di rumuskan secara ISO-International Standard organization- mengikut lunas dan pengertian Syari’ah compliance. Mudah mudahan ramai lagi jurutera dan para technoloist Muslim tampil kedepan meghasilkan industrial and social products dengan rumusan industrial engineering design. Contoh nya Sabun Sertu. Mudahan mudahan banyak lagi engineering and technical and vocational schools di dunia Islam mengarah kepada Syari’ah complaince industrial products. Tujuan utama ialah kemaslahatan ummat.
Dec 13, 2008 at 5:50 am
@Denni: harganya cukup murah, kurang lebih sama dengan sabun cuci biasa. Tepatnya berapa saya lupa, waktu beli kemarin saya dibelikan dan lupa nanya berapa harganya.
Dec 13, 2008 at 5:51 am
Apakah ingredients nya Sertu ini. Adakah memang mengandungi tanah yang menjadi syarat utama penghilang najis mughallazah? Setahu saya sabun pun tidak diperlukan untuk menghilangkan najis mughallzah, hanya air dan tanah saja.
Sep 27, 2009 at 9:51 pm
@Arsil: Sabun sertu memang mengandung tanah. Sabun memang tidak diperlukan tapi ditambahkan agar kotoran yang lain (seperti lemak) pun bisa ikut hilang tercuci.
Sep 27, 2009 at 11:01 pm
Belinya dimana?
Feb 12, 2010 at 3:51 am
belinya dimana?????
Jun 9, 2010 at 7:09 pm
Untuk yang bertanya di mana belinya, kan alamatnya ada di salah satu foto di atas. Lokasinya ada di seputaran Geylang di Singapura. Tepatnya silakan lihat di foto di atas, lengkap dengan nomor teleponnya.
Jun 10, 2010 at 5:56 am
hem…..bisa pesan online kah???
alamiah bneran kan??
Jun 17, 2010 at 8:12 pm
@ades: saya tidak tahu apa bisa pesan online. Apakah alamiah, saya juga tidak tahu. Silakan kontak langsung ke produsennya.
Jun 18, 2010 at 2:50 pm
assalam..maaf sy nk tanya..sy berada di negara yg lbh kurang mcm spore n pork ade di mana2 even tepi jalan..kompeni sy ade buat makan2..n tpt tu ade served seafood n pork juga..am the only muslimah and appreciate if you could advise on this..nk mkn/minum serba salah sbb ade pork dlm tpt tu..tp xkn xdtg lgsg@dtg tp xmkn..dont want they think that Islam ni agama yg terlampau rigid/menyusahkan..Ya Allah, mcmana ya??appreciate yr advise,,thanks
May 27, 2011 at 10:05 am
Your feedback, please...