Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → Tempat kerja dan nongkrong di Singapura

Tempat kerja dan nongkrong di Singapura

Ada yang bisa mengusulkan tempat kerja di Singapura? Ini bukan semata-mata tempat nongkrong, tetapi tempat di mana kita bisa serius bekerja barang tiga empat jam sekali duduk. Ada?

Syaratnya gampang:

  1. bisa diakses oleh publik
  2. ada meja dan bangku tempat bekerja, plus colokan listrik untuk komputer
  3. ada akses internet, kalau bisa gratis
  4. nggak perlu merasa bersalah kalau harus duduk selama tiga empat jam sekaligus

Yang sudah saya temukan adalah di National Library Building. Di lantai 5 ada Study Lounge yang cocok untuk bekerja dan belajar. Satu-satunya kekurangan adalah harus bersaing dengan anak-anak pelajar, mereka inikan percaya diri dalam masalah rebutan tempat. Kapasitasnya sih lumayan, bisa menampung sekitar 80 orang. Boleh bawa minuman dan makanan lagi.

Ada alternatif lain yang anda tahu? Tolong isi di bagian komentar di bawah ini, ya?

This entry receives 2 comments.

Iman

Perpus mana saja jadi tak perlu ke central library.
McD (murmer), Starbucks, Borders, Changi airport, Orchard Rd
Singtel dan Starhub building :-)

Atau daftar saja Broadband on Mobile dari Singtel.
Syaratnya memang punya 3G sim card dari mereka + biaya bulanan.

Jun 11, 2008 at 3:13 am

org imas juga :)

kalau cuma wifi sih gampang, selain di perpus2, di community center juga bisa,
cuma cari colokannya ituuu… saingan ! FYI, di CC ga ada colokan, period. Untuk akses
wifi gratis, register di wifi@sg dong, plg tidak bisa gratis sampai dec08, mudah2an gahmen
sudi memperpanjang. Untuk mengetahui tempat2 ber wifi gratis ini, silakan google ndiri.
Yg paling asyik kalau rumahnya deket CC dan keimbas wifi@sg :)

Jun 11, 2008 at 4:01 am

Your feedback, please...

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation

This entry was posted on Wednesday, June 11th, 2008 at 2:20 am and is filed under Trips. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

← Previous · Next →

Recent Comments

  • beb afandi: Betul ke surat rekom sudah di hapuskan dan tidak diperlukan oleh TKI waktu berangkat ke negara tujuan?
  • Sarah: Hallo bang Ery, Saya rasa setiap manusia itu unik. Gak bisa di generalisir antara manusia yang satu dengan...
  • Esthi T Bhirawati: Dear Bang Ery, a very enjoyable and inspiring writing. Indeed Indonesian people work very hard....
  • Lutfi: Ery, Kalau dulu dosen Fisika ITB, Pantur Silaban, konon pernah berkelakar bahwa orang Indonesia itu sudah...
  • cahya: saya sangat berterima kasih, artikel bapak ttg sains anak menambah referensi saya. kebetulan saya sedang mulai...

Asides

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.

From NYTimes: Without big noise, Netherlands goes open source. What about Indonesia’s IGOS? I think its going ngos-ngosan!

Dari detik.com: beberapa karyawan Carrefour keracunan CO. Gubernur mencurigai adanya kesalahan desain. Komentar Pak Gubernur ini ibarat menepuk air di dulang, yang kena kan pejabat Pemda sendiri, karena semua desain ventilasi kan sudah disetujui oleh Pemda. Mari kita tunggu kelanjutannya.