<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kenyamanan dalam sekarat</title>
	<atom:link href="http://ery.djunaedy.com/archives/128/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ery.djunaedy.com/archives/128</link>
	<description>renung</description>
	<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 07:24:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: tintin</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-417</link>
		<dc:creator>tintin</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 10:14:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-417</guid>
		<description>Subhanalloh, yang meninggal bisa mengucapkan syahadat sebagai akhir kalimatnya .. 

Di Indonesia sebenernya juga perlu, meski banyak mengenal tentang keutamaan ini, tetapi ada kemungkinan mereka lupa dan malah panik dengan kejadian² sakaratul maut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanalloh, yang meninggal bisa mengucapkan syahadat sebagai akhir kalimatnya .. </p>
<p>Di Indonesia sebenernya juga perlu, meski banyak mengenal tentang keutamaan ini, tetapi ada kemungkinan mereka lupa dan malah panik dengan kejadian² sakaratul maut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nash</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-408</link>
		<dc:creator>nash</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 11:13:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-408</guid>
		<description>Pengalaman yang menggugah dan meletakkan kita kembali pada hal-hal paling esensial dalam hidup... 

Seandainya cerita Teuku adalah sebuah hadits, Teuku adalah rawi ke dua. Kupikir, semakin dekat kita dengan sumber kebaikan, semakin beruntung kita... 

Teuku sangat beruntung..karena mengenal sumbernya, juga karena masih merasa rendah diri dengan apa yang sudah Teuku lakukan...

Sampaikan salamku dari...(ente taulah di dusun mana) untuk (boleh kusebut?) Bro Furqan...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman yang menggugah dan meletakkan kita kembali pada hal-hal paling esensial dalam hidup&#8230; </p>
<p>Seandainya cerita Teuku adalah sebuah hadits, Teuku adalah rawi ke dua. Kupikir, semakin dekat kita dengan sumber kebaikan, semakin beruntung kita&#8230; </p>
<p>Teuku sangat beruntung..karena mengenal sumbernya, juga karena masih merasa rendah diri dengan apa yang sudah Teuku lakukan&#8230;</p>
<p>Sampaikan salamku dari&#8230;(ente taulah di dusun mana) untuk (boleh kusebut?) Bro Furqan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bangzenk</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-406</link>
		<dc:creator>bangzenk</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 20:32:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-406</guid>
		<description>kang ery, ijin kenalan.. saya baru di Eindhoven, bapak2 di sini merindukan akang.. pengen belajar ngaji katanya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kang ery, ijin kenalan.. saya baru di Eindhoven, bapak2 di sini merindukan akang.. pengen belajar ngaji katanya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Adi Adinugroho</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-405</link>
		<dc:creator>Adi Adinugroho</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 13:20:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-405</guid>
		<description>Assalamu'alaikum,

TFS mas Ery.  Semoga lebih banyak Mosques yang aware ttg hal ini ya. Tidak hanya di RS saja yang memerlukannya, tapi di Prison /Jail juga umumnya Chaplain muslim tuh jarang banget loh. Walau teorinya setiap inmate boleh menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dan kalau nggak ada Chaplain sesuai dengan agamanya bisa mengajukan permohonan. Tapi tetep aja permohonan tsb kurang bisa di akomodasi (untuk agam Islam terutama), karena minimnya jumlah volunteer atau mosque/islamic center yang bersedia membantu. Nggak semua mosque/Islamic Center di US mau membuat program seperti ditempatnya kang Ery. Semoga usahanya dimudahkan dan makin banyak yang mencontoh.

BTW Saya curious, Talkin yang dibacakan chaplain non muslim tsb seperti apa? apakah dalam bentuk kalimat syahadat? atau dalam bentuk lainnya? (such as : Allahuakbar or istighfar etc?). Penuntunan dari non muslim tsb hukumnya bagaimana? Bisa dicerahkan kang? maklum saya masih harus banyak belajar..=)

Salam buat teh Lintang &#38; anak-anak.
Wassalamu'alaikum
Adi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>TFS mas Ery.  Semoga lebih banyak Mosques yang aware ttg hal ini ya. Tidak hanya di RS saja yang memerlukannya, tapi di Prison /Jail juga umumnya Chaplain muslim tuh jarang banget loh. Walau teorinya setiap inmate boleh menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, dan kalau nggak ada Chaplain sesuai dengan agamanya bisa mengajukan permohonan. Tapi tetep aja permohonan tsb kurang bisa di akomodasi (untuk agam Islam terutama), karena minimnya jumlah volunteer atau mosque/islamic center yang bersedia membantu. Nggak semua mosque/Islamic Center di US mau membuat program seperti ditempatnya kang Ery. Semoga usahanya dimudahkan dan makin banyak yang mencontoh.</p>
<p>BTW Saya curious, Talkin yang dibacakan chaplain non muslim tsb seperti apa? apakah dalam bentuk kalimat syahadat? atau dalam bentuk lainnya? (such as : Allahuakbar or istighfar etc?). Penuntunan dari non muslim tsb hukumnya bagaimana? Bisa dicerahkan kang? maklum saya masih harus banyak belajar..=)</p>
<p>Salam buat teh Lintang &amp; anak-anak.<br />
Wassalamu&#8217;alaikum<br />
Adi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ria</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-404</link>
		<dc:creator>Ria</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 12:46:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-404</guid>
		<description>assalaamu 'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuhu,
saya bahagia sekaligus sedih mendengar cerita ini. mengapa harus ada orang lain yg mentalkinkan keluarga kita yg sedang menghadapi sakaratul maut? apakah sebagai orangtua kita telah melalaikan tugas kita sehingga anak kita sendiri tidak dapat melakukan tugas ini? pertanyaan ini terlebih untuk saya sendiri, bang. terimakasih untuk membuat saya melakukan refleksi.
ps: di kota tempat kami tinggal dulu, kami punya program untuk mengunjungi pasien dg terminal illness untuk memberikan bimbingan dan penghiburan spt yg dilakukan oleh para chaplain, Alhamdulillah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalaamu &#8216;alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuhu,<br />
saya bahagia sekaligus sedih mendengar cerita ini. mengapa harus ada orang lain yg mentalkinkan keluarga kita yg sedang menghadapi sakaratul maut? apakah sebagai orangtua kita telah melalaikan tugas kita sehingga anak kita sendiri tidak dapat melakukan tugas ini? pertanyaan ini terlebih untuk saya sendiri, bang. terimakasih untuk membuat saya melakukan refleksi.<br />
ps: di kota tempat kami tinggal dulu, kami punya program untuk mengunjungi pasien dg terminal illness untuk memberikan bimbingan dan penghiburan spt yg dilakukan oleh para chaplain, Alhamdulillah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ady Wicaksono</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-403</link>
		<dc:creator>Ady Wicaksono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 03:28:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/128#comment-403</guid>
		<description>Menarik Pak Edy, berada di depan komputer bukan berarti gak bisa memperbanyak dakwah lho, lihat saja software adzan yang didownload ribuan orang

Saat ini jutaan orang terkoneksi internet jadi ada market potential kata google :), artinya kita pegang peranan kita masing2 pak, ada yang di lapangan, ada yang di kubangan, dan ada yang di internet

Kuncinya kembali ke niat dan usaha yang terus menerus walau kecil

Saya juga belom bisa jadi ini juga ajakan pribadi hehehehe

Peace Pak

Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menarik Pak Edy, berada di depan komputer bukan berarti gak bisa memperbanyak dakwah lho, lihat saja software adzan yang didownload ribuan orang</p>
<p>Saat ini jutaan orang terkoneksi internet jadi ada market potential kata google :), artinya kita pegang peranan kita masing2 pak, ada yang di lapangan, ada yang di kubangan, dan ada yang di internet</p>
<p>Kuncinya kembali ke niat dan usaha yang terus menerus walau kecil</p>
<p>Saya juga belom bisa jadi ini juga ajakan pribadi hehehehe</p>
<p>Peace Pak</p>
<p>Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
