February 5th, 2008
# 10:43 am
5 comments
Hukuman dari Google?
Anda pemakai Gmail? [Lhah haree gennee nggak pakai Gmail?] Tentunya anda tahukan kalau penghasilan Google sebagian besar adalah dari iklan? Nah, coba anda perhatikan kolom paling kanan kalau anda membuka Gmail, di situ akan ada iklan sesuai dengan topik email yang sedang anda buka.
Tapi ada satu hal yang membuat saya penasaran. Kalau email yang saya buka itu bertopik Indonesia, yang keluar adalah tautan porno. Apa dosa saya sehingga disuguhi tautan yang seram seperti di bawah ini?
![]()
Gambar sebelah kiri saya dapatkan ketika membaca email bersubyek “Cari” (dari milis AlumniTF-ITB). Isinya hanya dua kalimat yang bertanya ttg nomer telepon seorang alumni. Iklan yang keluar? Bagian “Sponsored Links”nya sih tidak terlalu bermasalah, tapi bagian bawahnya itu yang bikin kening berkerut. Yang paling atas berjudul “Artis Indonesia Telanjang”.
Saya jadi penasaran, apakah karena topiknya Indonesia? Saya coba ganti dengan dengan subyek yang lebih bersifat teknis.
Gambar yang di tengah saya dapatkan ketika membaca email bersubyek “Reuni TF di Emerson Fieldbus Seminar” lagi-lagi di milis AlumniTF-ITB. Memang benar, bagian atas yang berjudul “Sponsored Links” ternyata berubah sesuai dengan topik FieldBus. Tapi lagi-lagi, bagian bawah yang berjudul “More about …” ternyata masih belum berubah: yang paling atas berjudul “Artis Indonesia Telanjang”.
Waah, jangan-jangan karena milis AlumniTF? Mentang-mentang ada PakDhe di milis ini. Saya ganti milis lagi, dan topiknya masih berbau teknis.
Gambar yang di kanan saya dapatkan ketika membaca email bertopik “CFP Arte-Polis 2 Bandung 8-10 Aug 08″ dari milis IAI-Architect. Bagian atasnya sih canggih, Google bisa langsung menebak tanggal dan menawarkan untuk langsung memasukkan tanggal ini ke kalender. Bagian “Spronsored Links” juga masih lumayan, karena menawarkan tiket pesawat dan hotel di Indonesia, walaupun sudah tidak nyambung dengan topik konferensi ini. Di bagian bawahnya … lagi-lagi masih menyebut “Telanjang Indonesia”, bahkan ada “Indonesia Bugil”.
Memang sih ada tautan ke “Academic Conferences” dan “Call for Paper”, tapi ini karena topiknya tentang konferensi. Apakah kalau topiknya Indonesia maka yang ditawarkan adalah telanjang dan bugil?
Apa dosa saya sehingga saya dihukum dan mendapat tawaran tak senonoh seperti ini? Atau lebih parah lagi, apa dosa Indonesia sehingga selalu dikaitkan dengan kata telanjang dan bugil?
This entry receives 5 comments.
Kang Ery,
Recommender system itu tergantung racikan algorithmnya.
Dugaan saya, algorithm yang dipakai disini ada unsur collaborative filtering, artinya, suggestion berdasarkan cumulative interest orang lain yang sama sama berbahasa Indonesia.
Kesimpulannya, kalau dugaan saya benar, kebanyakan searcher dari indo itu interestnya ya kebanyakan hal2 yang berbau pornography.
Maaf bahasanya gado-gado. hehehe.
Feb 5, 2008 at 11:06 am
Tenang bang Ery,
Perusahaan2 Indonesia yang betul2 serius “jualan” di internet itu masih sedikit sekali. Yang aktif sekali (dan mau bayar ke google atau search engine lain) sayangnya yang jualan gambar2 dan video bugil seperti itu. Tapi kalau kita ilik-ilik, site-site tersebut tidak satupun yang hosting di Indonesia.
Untuk orang Indonesia, memang susah untuk jualan di internet. Negara kita masih belum punya outgoing bandwidth yang cukup lebar untuk dipakai situs2 jualan.
Boro-boro untuk buka toko online, kalau kita ada di luar negeri, untuk buka website apa saja dari Indonesia itu lelet-nya bukan main. Dan lagi Indonesia masih punya reputasi “buruk” sebagai sarang praktek2 carding atau penipuan internet lain.
salam dari pittsburgh….
Feb 5, 2008 at 11:19 am
Berarti emang kebanyakan orang Indonesia googling mengenai kata kunci yang sering muncul dalam ad ituh
, bagi saya seh gak begitu merhatiin daripada ad yahoo yang berating koneksi internet kita :p
Feb 5, 2008 at 5:26 pm
Maaf, soal-soal begini saya nggak ngerti pa-pa…
Feb 6, 2008 at 5:48 am
Mgkn krn milis yg bang Ery ikuti adalah milis gratisan sehingga pesan sponsor numpang lewat di mana2.
Feb 6, 2008 at 9:41 pm
Your feedback, please...