Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → Hukuman dari Google?

Hukuman dari Google?

Anda pemakai Gmail? [Lhah haree gennee nggak pakai Gmail?] Tentunya anda tahukan kalau penghasilan Google sebagian besar adalah dari iklan? Nah, coba anda perhatikan kolom paling kanan kalau anda membuka Gmail, di situ akan ada iklan sesuai dengan topik email yang sedang anda buka.

Tapi ada satu hal yang membuat saya penasaran. Kalau email yang saya buka itu bertopik Indonesia, yang keluar adalah tautan porno. Apa dosa saya sehingga disuguhi tautan yang seram seperti di bawah ini?

Hukuman Google - Cari Hukuman Google - Field Bus Seminar Hukuman Google - Arte Polis

Gambar sebelah kiri saya dapatkan ketika membaca email bersubyek “Cari” (dari milis AlumniTF-ITB). Isinya hanya dua kalimat yang bertanya ttg nomer telepon seorang alumni. Iklan yang keluar? Bagian “Sponsored Links”nya sih tidak terlalu bermasalah, tapi bagian bawahnya itu yang bikin kening berkerut. Yang paling atas berjudul “Artis Indonesia Telanjang”.

Saya jadi penasaran, apakah karena topiknya Indonesia? Saya coba ganti dengan dengan subyek yang lebih bersifat teknis.

Gambar yang di tengah saya dapatkan ketika membaca email bersubyek “Reuni TF di Emerson Fieldbus Seminar” lagi-lagi di milis AlumniTF-ITB. Memang benar, bagian atas yang berjudul “Sponsored Links” ternyata berubah sesuai dengan topik FieldBus. Tapi lagi-lagi, bagian bawah yang berjudul “More about …” ternyata masih belum berubah: yang paling atas berjudul “Artis Indonesia Telanjang”.

Waah, jangan-jangan karena milis AlumniTF? Mentang-mentang ada PakDhe di milis ini. Saya ganti milis lagi, dan topiknya masih berbau teknis.

Gambar yang di kanan saya dapatkan ketika membaca email bertopik “CFP Arte-Polis 2 Bandung 8-10 Aug 08″ dari milis IAI-Architect. Bagian atasnya sih canggih, Google bisa langsung menebak tanggal dan menawarkan untuk langsung memasukkan tanggal ini ke kalender. Bagian “Spronsored Links” juga masih lumayan, karena menawarkan tiket pesawat dan hotel di Indonesia, walaupun sudah tidak nyambung dengan topik konferensi ini. Di bagian bawahnya … lagi-lagi masih menyebut “Telanjang Indonesia”, bahkan ada “Indonesia Bugil”.

Memang sih ada tautan ke “Academic Conferences” dan “Call for Paper”, tapi ini karena topiknya tentang konferensi. Apakah kalau topiknya Indonesia maka yang ditawarkan adalah telanjang dan bugil?

Apa dosa saya sehingga saya dihukum dan mendapat tawaran tak senonoh seperti ini? Atau lebih parah lagi, apa dosa Indonesia sehingga selalu dikaitkan dengan kata telanjang dan bugil?

This entry receives 5 comments.

Alia

Kang Ery,
Recommender system itu tergantung racikan algorithmnya.
Dugaan saya, algorithm yang dipakai disini ada unsur collaborative filtering, artinya, suggestion berdasarkan cumulative interest orang lain yang sama sama berbahasa Indonesia.

Kesimpulannya, kalau dugaan saya benar, kebanyakan searcher dari indo itu interestnya ya kebanyakan hal2 yang berbau pornography. :P

Maaf bahasanya gado-gado. hehehe.

Feb 5, 2008 at 11:06 am

Syarif Ahmad

Tenang bang Ery,

Perusahaan2 Indonesia yang betul2 serius “jualan” di internet itu masih sedikit sekali. Yang aktif sekali (dan mau bayar ke google atau search engine lain) sayangnya yang jualan gambar2 dan video bugil seperti itu. Tapi kalau kita ilik-ilik, site-site tersebut tidak satupun yang hosting di Indonesia.
Untuk orang Indonesia, memang susah untuk jualan di internet. Negara kita masih belum punya outgoing bandwidth yang cukup lebar untuk dipakai situs2 jualan.
Boro-boro untuk buka toko online, kalau kita ada di luar negeri, untuk buka website apa saja dari Indonesia itu lelet-nya bukan main. Dan lagi Indonesia masih punya reputasi “buruk” sebagai sarang praktek2 carding atau penipuan internet lain.

salam dari pittsburgh….

Feb 5, 2008 at 11:19 am

yoki

Berarti emang kebanyakan orang Indonesia googling mengenai kata kunci yang sering muncul dalam ad ituh :D , bagi saya seh gak begitu merhatiin daripada ad yahoo yang berating koneksi internet kita :p

Feb 5, 2008 at 5:26 pm

nash

Maaf, soal-soal begini saya nggak ngerti pa-pa…

Feb 6, 2008 at 5:48 am

Iman

Mgkn krn milis yg bang Ery ikuti adalah milis gratisan sehingga pesan sponsor numpang lewat di mana2.

Feb 6, 2008 at 9:41 pm

Your feedback, please...

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation

This entry was posted on Tuesday, February 5th, 2008 at 10:43 am and is filed under Indonesian, Technology. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

← Previous · Next →

Recent Comments

  • beb afandi: Betul ke surat rekom sudah di hapuskan dan tidak diperlukan oleh TKI waktu berangkat ke negara tujuan?
  • Sarah: Hallo bang Ery, Saya rasa setiap manusia itu unik. Gak bisa di generalisir antara manusia yang satu dengan...
  • Esthi T Bhirawati: Dear Bang Ery, a very enjoyable and inspiring writing. Indeed Indonesian people work very hard....
  • Lutfi: Ery, Kalau dulu dosen Fisika ITB, Pantur Silaban, konon pernah berkelakar bahwa orang Indonesia itu sudah...
  • cahya: saya sangat berterima kasih, artikel bapak ttg sains anak menambah referensi saya. kebetulan saya sedang mulai...

Asides

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.

From NYTimes: Without big noise, Netherlands goes open source. What about Indonesia’s IGOS? I think its going ngos-ngosan!

Dari detik.com: beberapa karyawan Carrefour keracunan CO. Gubernur mencurigai adanya kesalahan desain. Komentar Pak Gubernur ini ibarat menepuk air di dulang, yang kena kan pejabat Pemda sendiri, karena semua desain ventilasi kan sudah disetujui oleh Pemda. Mari kita tunggu kelanjutannya.