<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: NGOS, ke mana IGOS?</title>
	<atom:link href="http://ery.djunaedy.com/archives/102/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ery.djunaedy.com/archives/102</link>
	<description>renung</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2010 05:42:57 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Koswara</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/102/comment-page-1#comment-337</link>
		<dc:creator>Koswara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Dec 2007 06:24:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/102#comment-337</guid>
		<description>Perkembangan OSS di Indonesia sangat menggembirakan ditunjang dengan Semangat IGOS (Indonesia, Go Open Source!) merupakan semangat untuk merdeka dan tidak tergantung pada salah satu vendor asing. Beberapa produk sudah dihasilkan dan digunakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya sewaktu sweeping warnet terjadi keluar produk OSS seperti Waroeng IGOS, IGOS mandiri, IGOS berdikari, IGOS kwartet, dll. Beberapa Univesitas melakukan pelatihan untuk OSS tersebut. Untuk kebuthan office dibuat IGOS SDN dan IGOS Nusantara. Salah satu kementrian yang sudah sepenuhnya menggunakan software legal adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi tahun 2006. Proses menuju ini memang tidak mudah namun dengan kerja keras akhirnya berhasil. Kemudian di ikuti oleh lembaga non departemen seperti LIPI, BPPT, LAPAN, BATAN, BAPPETEN, BAKOSURTANAL. Kementrian Komunikasi dan Informatika sudah melakukan penerapan OSS pada Dirjen aplikasi telematika yang lain dalam proses, Mahkamah Konstitusi sedang dalam proses penggunaan open office dan membangun sistem informasi hukum. Begitu juga departemen lain. Banyak universitas menggunakan OSS terutama dalam sistem jaringan dan office nya.

Mengingat Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan jumlah penduduknya besar, maka untuk implementasi keseluruhan perlu dukungan semua fihak, termasuk dalam mengembangkan OSS, mengisi konten dan mensosialisasikan ke masyarakat. Pada tahun 2007 ada 13 perguruan tinggi negeri dan swasta membangun Pusat Pendayagunaan OSS, dibangun 7 IGOS center di Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar. Kegian mereka antara lain melakukan pelatihan OSS ke para guru dan masyarakat. Dikembangkan Pesantren Digital di Garut, Jombang dan Malang. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan besama baik instansi pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan komunitas OSS.
Kegiatan Workshop Nasional dilakukan oleh beberapa institusi seperti Puslit Informatika LIPI, BPPT, ITB, UGM, ITS, STIKOM Surabaya, STIMIK Bali, Komunitas OSS Makasar, Semarang, Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya, Aceh, Lampung, dll. 
Workshop Internasional dilakukan di Serpong (OSS se ASEAN) dalam Sub Committee Microelectronic dan IT (SCMIT), Committee On Science and Technology (COST) ASEAN), di Bali Asia Pacific Symposium on OSS kerjasama dengan Jepang, ASIA Source II di Sukabumi, dll. Begitu juga yang dilakukan di luar negeri seperti di Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, Jepang, Korea, dll.
Di tingkat Nasional sehubungan dengan Kegiatan Dewan TIK Nasional, salah satu fokusnya adalah Software legal maka dalam fokus inilah kegiatan OSS dikembangkan.
Informasi lengkap dapat dilihat di situsweb igos.
Salam,
Koswara</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan OSS di Indonesia sangat menggembirakan ditunjang dengan Semangat IGOS (Indonesia, Go Open Source!) merupakan semangat untuk merdeka dan tidak tergantung pada salah satu vendor asing. Beberapa produk sudah dihasilkan dan digunakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya sewaktu sweeping warnet terjadi keluar produk OSS seperti Waroeng IGOS, IGOS mandiri, IGOS berdikari, IGOS kwartet, dll. Beberapa Univesitas melakukan pelatihan untuk OSS tersebut. Untuk kebuthan office dibuat IGOS SDN dan IGOS Nusantara. Salah satu kementrian yang sudah sepenuhnya menggunakan software legal adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi tahun 2006. Proses menuju ini memang tidak mudah namun dengan kerja keras akhirnya berhasil. Kemudian di ikuti oleh lembaga non departemen seperti LIPI, BPPT, LAPAN, BATAN, BAPPETEN, BAKOSURTANAL. Kementrian Komunikasi dan Informatika sudah melakukan penerapan OSS pada Dirjen aplikasi telematika yang lain dalam proses, Mahkamah Konstitusi sedang dalam proses penggunaan open office dan membangun sistem informasi hukum. Begitu juga departemen lain. Banyak universitas menggunakan OSS terutama dalam sistem jaringan dan office nya.</p>
<p>Mengingat Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan jumlah penduduknya besar, maka untuk implementasi keseluruhan perlu dukungan semua fihak, termasuk dalam mengembangkan OSS, mengisi konten dan mensosialisasikan ke masyarakat. Pada tahun 2007 ada 13 perguruan tinggi negeri dan swasta membangun Pusat Pendayagunaan OSS, dibangun 7 IGOS center di Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar. Kegian mereka antara lain melakukan pelatihan OSS ke para guru dan masyarakat. Dikembangkan Pesantren Digital di Garut, Jombang dan Malang. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan besama baik instansi pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan komunitas OSS.<br />
Kegiatan Workshop Nasional dilakukan oleh beberapa institusi seperti Puslit Informatika LIPI, BPPT, ITB, UGM, ITS, STIKOM Surabaya, STIMIK Bali, Komunitas OSS Makasar, Semarang, Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya, Aceh, Lampung, dll.<br />
Workshop Internasional dilakukan di Serpong (OSS se ASEAN) dalam Sub Committee Microelectronic dan IT (SCMIT), Committee On Science and Technology (COST) ASEAN), di Bali Asia Pacific Symposium on OSS kerjasama dengan Jepang, ASIA Source II di Sukabumi, dll. Begitu juga yang dilakukan di luar negeri seperti di Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, Jepang, Korea, dll.<br />
Di tingkat Nasional sehubungan dengan Kegiatan Dewan TIK Nasional, salah satu fokusnya adalah Software legal maka dalam fokus inilah kegiatan OSS dikembangkan.<br />
Informasi lengkap dapat dilihat di situsweb igos.<br />
Salam,<br />
Koswara</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Denie</title>
		<link>http://ery.djunaedy.com/archives/102/comment-page-1#comment-330</link>
		<dc:creator>Denie</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Dec 2007 03:53:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ery.djunaedy.com/archives/102#comment-330</guid>
		<description>kalo yang indo sih, anget2 ... ayam :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo yang indo sih, anget2 &#8230; ayam <img src='http://ery.djunaedy.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
