Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home → NGOS, ke mana IGOS?

NGOS, ke mana IGOS?

From NYTimes: Without big noise, Netherlands goes open source. What about Indonesia’s IGOS? I think its going ngos-ngosan!

This entry receives 2 comments.

Denie

kalo yang indo sih, anget2 … ayam :D

Dec 14, 2007 at 8:53 pm

Koswara

Perkembangan OSS di Indonesia sangat menggembirakan ditunjang dengan Semangat IGOS (Indonesia, Go Open Source!) merupakan semangat untuk merdeka dan tidak tergantung pada salah satu vendor asing. Beberapa produk sudah dihasilkan dan digunakan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, misalnya sewaktu sweeping warnet terjadi keluar produk OSS seperti Waroeng IGOS, IGOS mandiri, IGOS berdikari, IGOS kwartet, dll. Beberapa Univesitas melakukan pelatihan untuk OSS tersebut. Untuk kebuthan office dibuat IGOS SDN dan IGOS Nusantara. Salah satu kementrian yang sudah sepenuhnya menggunakan software legal adalah Kementrian Negara Riset dan Teknologi tahun 2006. Proses menuju ini memang tidak mudah namun dengan kerja keras akhirnya berhasil. Kemudian di ikuti oleh lembaga non departemen seperti LIPI, BPPT, LAPAN, BATAN, BAPPETEN, BAKOSURTANAL. Kementrian Komunikasi dan Informatika sudah melakukan penerapan OSS pada Dirjen aplikasi telematika yang lain dalam proses, Mahkamah Konstitusi sedang dalam proses penggunaan open office dan membangun sistem informasi hukum. Begitu juga departemen lain. Banyak universitas menggunakan OSS terutama dalam sistem jaringan dan office nya.

Mengingat Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan jumlah penduduknya besar, maka untuk implementasi keseluruhan perlu dukungan semua fihak, termasuk dalam mengembangkan OSS, mengisi konten dan mensosialisasikan ke masyarakat. Pada tahun 2007 ada 13 perguruan tinggi negeri dan swasta membangun Pusat Pendayagunaan OSS, dibangun 7 IGOS center di Bandung, Bogor, Jakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar. Kegian mereka antara lain melakukan pelatihan OSS ke para guru dan masyarakat. Dikembangkan Pesantren Digital di Garut, Jombang dan Malang. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan besama baik instansi pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan komunitas OSS.
Kegiatan Workshop Nasional dilakukan oleh beberapa institusi seperti Puslit Informatika LIPI, BPPT, ITB, UGM, ITS, STIKOM Surabaya, STIMIK Bali, Komunitas OSS Makasar, Semarang, Jakarta, Bandung, Jogyakarta, Surabaya, Aceh, Lampung, dll.
Workshop Internasional dilakukan di Serpong (OSS se ASEAN) dalam Sub Committee Microelectronic dan IT (SCMIT), Committee On Science and Technology (COST) ASEAN), di Bali Asia Pacific Symposium on OSS kerjasama dengan Jepang, ASIA Source II di Sukabumi, dll. Begitu juga yang dilakukan di luar negeri seperti di Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam, Jepang, Korea, dll.
Di tingkat Nasional sehubungan dengan Kegiatan Dewan TIK Nasional, salah satu fokusnya adalah Software legal maka dalam fokus inilah kegiatan OSS dikembangkan.
Informasi lengkap dapat dilihat di situsweb igos.
Salam,
Koswara

Dec 16, 2007 at 11:24 pm

Your feedback, please...

*
To prove you're a person (not a spam script), type the answer to the math equation shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the equation.
Click to hear an audio file of the anti-spam equation

This entry was posted on Friday, December 14th, 2007 at 3:07 pm and is filed under Asides, English, Technology. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

← Previous · Next →

Recent Comments

  • Riza: Bukannya di paspor ada pernyataan alamat luar negeri? Kan kita bisa bebas fiskal 4 kali setahun sebagai...
  • AgUStiAn: Artikelnya sangat baik sebagai cermin diri selaku pembaca. Yang sangat penting tujuan akhir dari suatu...
  • A. Aji: Oh ya .. saya tambahkan NPWP itu diterbitkan dari kantor tempat tinggal (dalam hal ini adalah KTP). Dan untuk...
  • A. Aji: Boss, TKI itu adalah WPDN, bukan WPLN. WPDN — Wajib Pajak dalam negeri dikenai pajak atas penghasilan...
  • A. Aji: Boss, Sepengertianku sih nggak begitu — semua warga negara Indonesia yang sudah mendapatkan penghasilan...

Asides

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

Setelah empat belas hari menunggu, akhirnya saya bisa menikmati kembali berita-berita dari Bandung. Harian PR tampil dengan wajah baru dengan koneksi yang tampaknya lebih kencang.

From NYTimes: Without big noise, Netherlands goes open source. What about Indonesia’s IGOS? I think its going ngos-ngosan!

Dari detik.com: beberapa karyawan Carrefour keracunan CO. Gubernur mencurigai adanya kesalahan desain. Komentar Pak Gubernur ini ibarat menepuk air di dulang, yang kena kan pejabat Pemda sendiri, karena semua desain ventilasi kan sudah disetujui oleh Pemda. Mari kita tunggu kelanjutannya.