Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home

Pengungsi: Siapakah Anshar Mereka?

Sudah lama saya tidak bertemu dengan sobat yang satu ini, kita sebut saja Sabir, tiba-tiba dia terlihat di antara jamaah yang sedang menunggu shalat maghrib. Kami bersalaman dan berpelukan.

“Kemana saja?” tanyaku.

“Yaaah, biasa lah”, katanya, “Kami-kami ini kan kuli, jadi harus kerja. Jumatan saja tidak sempat, karena jauh dan tidak terkejar waktunya.”

Saya ingat sekitar dua tahun yang lalu, ketika dia baru datang ke kota kami, saya ikut membantu dia pindah rumah. Barang-barangnya tidak banyak, kebanyakan adalah barang sumbangan. Namanya juga pengungsi, ketika dia mendarat di bandara, seluruh harta miliknya sekeluarga termuat hanya dalam tiga atau empat koper. Dia dan keluarganya diinapkan di sebuah apartemen yang perabotnya semua didapatkan dari garage sale.

Dalam waktu beberapa bulan, mereka pindah ke apartemen yang mereka sewa sendiri. Barang-barang mereka sudah bertambah. Barang bekas, memang, tapi cukup lengkap layaknya keluarga lain di Amerika.

Dan saat itu, ketika berjumpa lagi setelah berbulan-bulan tidak ketemu, beliau bilang kalau sekarang beliau sudah punya rumah sendiri. Alhamdulillaah, saya bersyukur senang sekali mendengar kabar itu.

Yang membuat saya teramat sangat senang adalah pulihnya martabat harga diri manusia yang terpancar dari sinar matanya. It takes only two years, brother”, katanya dengan bangga, “only with Allah’s help I can be independent in just two years.”

Tidak ada lagi sinar mata rendah diri karena merasa bahwa hidupnya sebagai pengungsi penuh subsidi. Dari status pengungsi yang tempat tinggalnya ditentukan oleh pemerintah, sampai bisa menjadi pemilik rumah, adalah proses yang sangat luar biasa beratnya. Bahwa itu bisa dilakukan dalam waktu dua tahun saja, itu lebih luar biasa lagi. Bahwa itu dilakukan dengan tetap menjadi practising Muslim, priceless. Dari sisi sang pengungsi itu sendiri, ini adalah perjuangan yang amat sangat berat.

Tapi bagi saya, seberat-beratnya perjuangan pengungsi itu, perjuangan mereka adalah untuk kebaikan mereka sendiri. Kalau mereka berhasil, mereka sendirilah yang akan menikmati hasil perjuangan mereka. Yang lebih menarik buat saya adalah tatanan masyarakat yang membuat para pengungsi bisa berhasil seperti itu.

Read more →

# 5:52 pm

Hari Pahlawan

Dalan antrian menunggu panggilan naik pesawat, kita selalu dihadapkan pada perbedaan kasta dalam hidup ini. Mereka yang bisa membayar lebih — jauh lebih banyak — akan dipanggil lebih dulu untuk naik pesawat, dan bakal duduk di bagian depan di atas kursi yang jauh lebih lega dibandingkan kursi kelas ekonomi di ujung belakang pesawat. Juga dipanggil bersamaan dengan mereka adalah anggota berbagai macam klub: United Premier Club lah, bla, bla, bla.

Setelah itu biasanya akan dipanggil mereka yang perlu bantuan khusus untuk naik pesawat. Ini biasanya keluarga yang membawa anak bayi. Tapi kali ini berbeda. Bersamaan dengan kelompok ini juga dipanggil: “those of you who are in active military service, you are welcome to board the plane at this point”.

Panggilan seperti itu mungkin tidak akan terdengar di Indonesia.

Read more →

# 8:23 am

Tentang Milis

Anda tahu milis kan? Itu loh, mailing list. Ajang diskusi virtual, di mana anda bisa mendaftarkan alamat email anda dan nanti anda akan menerima artikel yang dikirimkan oleh anggota milis itu. Saya hanya ingin menjelaskan apa saja pertimbangan saya untuk ikut sebuah milis, dan bagaimana saya mengikuti perkembangan posting di dalamnya. Semoga sharing pengalaman ini ada manfaatnya, terutama agar kita semua tahu kapan harus mengirim komentar dan kapan harus tutup mulut.

Read more →

# 4:15 pm

Pendidikan Fisika Bangunan di Indonesia

Kita sebut saja namanya Ignatius, seorang arsitek baru lulus dari sebuah universitas ternama. Beliau mengirim email kepada saya setelah membaca artikel saya yang dimuat di Cakrawala PR berjudul “Memperkenalkan Fisika Bangunan” (sayang edisi online-nya tidak ada di arsip PR-online). Silakan baca di situs Alumni TF-ITB

Dalam email itu Ignatius bertanya bertubi-tubi kepada saya. Bukankah ide-ide sustainability yang sekarang sedang populer itu sangat berkaitan dengan fisika bangunan? Terus bagaimana peluang kerja di bidang ini, apakah nantinya akan terpakai?

Kawan-kawan Ignatius mengingatkan, “Ngapain belajar fisika bangunan, bosen gitu-gitu aja, nggak belajar desain, elu kan arsitek!”, begitu tulisnya di dalam email yang saya terima.
Read more →

# 11:57 am

Think!

Do you know The Houw Liong? Probably not, unless you have taken some physics course at the Institut Teknologi Bandung (ITB).

The first of the three-words name is actually a (Chinese) family name, not English “the”. He is a professor of Physics at the Institut Teknologi Bandung. When I did my undergrad at the ITB, he taught a course called Modern Physics.

Read more →

# 5:27 pm

Indonesia Hampir Hilang

The world as you’ve never seen it before, begitu kata situs yang satu ini. Dan memang peta-peta yang ditampilkan di sini didistorsi sesuai dengan tema yang dipilih. Yang satu ini adalah peta dunia yang didistorsi sesuai dengan jumlah publikasi masing-masing negara.

Hasilnya: Indonesia hampir hilang.

Read more →

# 7:37 am

Asides

You either write something that you will be remembered for or do something that people will write about. Other than that, you are just passing TIME.

– Deen Aljunied

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.