Aliquam condimentum eleifend dolor. Duis semper lectus ac nisi. Fusce gravida placerat enim. Mauris eget nulla. Aliquam erat volutpat. Sed est. Maecenas pharetra, metus in accumsan eleifend, dolor dui malesuada nunc, non fringilla mauris purus sed magna.Etiam leo velit, condimentum in, molestie eget, dignissim nec, turpis.

You're here: Home

Menghajikan

Seorang pemuda Somali sedang berdiri di koridor masjid kami, seolah sedang termenung. Beliau dulu murid saya di Sunday School dan sekarang sudah tamat SMA, baru masuk kuliah dan juga baru mulai bekerja. Bersama ayahnya,  beliau sedang menulis buku tentang perjalanan keluarganya dari Somalia sampai ke Boise.

Read more →

# 6:43 am

Finding Islamic Toilet (3): A Muslim Urinal

So far, this is the most serious attempt in the search of a Muslim urinal. Check here and here for my earlier rants on this topic. I think there are many people trying to come up with a good design for a Muslim urinal, but here is a design that has already been implemented.

From Masjid Salman at the campus of Institut Teknologi Bandung, Indonesia (foto credit: Salim Rusli).

Muslim Urinal at Masjid Salman ITB

Muslim Urinal at Masjid Salman ITB

As you can see, the urinal is the so-called Muslim urinal by Toto, i.e. a urinal with a water drip that goes in the urinal. The only difference is the shield that protects the user from splashes of urine.

At this point, I do not know if there is a basis for the design decisions. For example: what is the height of the shield. Should it be a little bit higher so that the sides cover the urinal all the way up?  Is there a research on the “splash rate” from the original Toto urinal, and whether this design eliminates the splash?

In any case, I want this for my masjid. What do you think?

 

# 4:06 pm

Memaafkan, Mengikhlaskan, dan Melupakan

[pernah dikirimkan ke milis Pengajian Eindhoven]

Ada diskusi yang cukup panas di milis tetangga tentang PPI Eindhoven. Tidak perlu saya ceritakan bagaimana jalannya diskusi itu, tunggu saja pengumuman resminya.Salah satu topik yang saya ingin ceritakan adalah sentilan Kang Agus Yodi agar saya “menghilangkan kegengsian, memaafkan, dan melupakan” dalam menyikapi apa yang sudah terjadi.

Karena sebab yang lain sama sekali, sentilan itu terasa sangat nylekit. It really gets down to my nerve. Saya tuliskan posting ini agar bisa dijadikan pelajaran bagi semuanya, karena kita potentially bisa menjadi orang yang menzhalimi orang lain.

Juga saya ingin sekali mendapatkan pelajaran dari Ustaz Rahmat, yang tentu saja sangat paham ttg psikologi orang Aceh.

Read more →

# 4:49 pm

Mati air

Ini cerita jaman masih kuliah dulu. Kata sobat saya, Kang Budi, miturut perkataan orang Jawa kalau belum sempat be’ol di tempat kawan, maka hubungan anda dengan kawan itu belum cukup kuat, or something like that. Entah mungkin beliau menghibur saya biar nggak terlalu malu karena sudah hampir kababayan di rumah beliau.

Tapi posting ini bukan tentang buang air besar, tapi tentang mandi. Jaman saya kuliah dulu, asrama kami (Asrama Aceh di Cicendo) sering mati air. Kalau mati lampu alhamdulillah jarang sekali, maklum karena kami tetanggaan dengan Gubernuran, jadi listrik terjamin aman. Tapi kalau mati air itu cukup sering.

Read more →

# 12:32 pm

Bahasa rojak (bagian 1)

Dari sebuah email:

> Mampukah kita,terutama saudara2ku ikhwan?
>
> Wassalam.
> –

Kepada Mbak Xxxxxxxi, mohon maaf kalau saya mengambil contoh di atas. Juga mohon maaf karena ini di luar topik yang didiskusikan.

Siapa yang dimaksud dengan “saudara2ku ikhwan”?

Read more →

# 10:42 am

Veel plezier

Kalimat (yang menjadi judul) di atas seringkali diucapkan oleh para orang tua di Belanda ketika mengantarkan anaknya ke sekolah. Di pintu gerbang sekolah, ketika mereka melepas anaknya untuk belajar seharian, kalimat itulah yang mereka ucapkan, yang kalau diterjemahkan secara letterlijk akan berarti “bersenang-senanglah sebanyak-banyaknya”.

Posting ini membahas perbedaan (budaya) bagaimana para orang tua melihat sekolah. Saya merasakan perbedaan itu ketika pada suatu hari saya melepas Hanif bersekolah di Belanda, “Nak, baik-baik di sekolah, ya?” demikian pesan saya. Ketika saya berdiri memperhatikan Hanif berjalan dengan tertib masuk ke sekolah, di samping saya datang seorang ibu yang melepas anaknya berlarian ke dalam sekolah sambil setengah berteriak, “Veel plezieeer …”, katanya.

Read more →

# 11:08 pm

Asides

You either write something that you will be remembered for or do something that people will write about. Other than that, you are just passing TIME.

– Deen Aljunied

If Moses had gotten the Ten Commandments on a floppy disk, it would never have made it to today. (Dag Spicer, curator of the Computer History Museum in Silicon Valley, The NYTimes Circuit, 26-Mar-2009)

“The reasonable man adapts himself to the world; the unreasonable one persists in trying to adapt the world to himself. Therefore all progress depends on the unreasonable man.”
George Bernard Shaw, Maxims for Revolutionists

“The wrath of God is the only way I can describe it. I’m used to seeing roofs off houses, houses blown over. These houses were down to their foundations, stripped clean.” said Governor Phil Bredesen of Tennessee, after surveying tornado damage there.

James Madison said, “If there be a principle that ought not to be questioned within the United States, it is that every man has a right to abolish an old government and establish a new one.” In Indonesia, …, well no comment.

online pharmacy